Program KAWANKU Baitul Waqaf Munzalan Lolos sebagai Finalis Kompetisi Pemberdayaan ZISWAF FESyar KTI 2026

PONTIANAK – Baitul Waqaf Munzalan Indonesia resmi melangkah ke babak final Kompetisi Pemberdayaan ZISWAF Festival Ekonomi Syariah (FESyar) wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026. Program KAWANKU singkatan dari Kolaborasi Aset Wakaf Amanah Nyata Melalui Kreativitas Usaha ditetapkan sebagai finalis Kategori Wakaf melalui Rapat Pleno I Dewan Juri yang digelar pada 4 Juli 2026. Munzalan menjadi satu-satunya wakil dari Kalimantan Barat yang melaju ke tahap ini.

KAWANKU: Wakaf yang Bergerak, Bukan Sekadar Aset Diam

Di tengah persepsi umum bahwa wakaf identik dengan tanah atau bangunan yang berdiam, program KAWANKU hadir dengan paradigma berbeda. Program ini mengolaborasikan aset wakaf yang ada menjadi motor penggerak usaha produktif memastikan harta yang diwakafkan tidak hanya terjaga, tetapi benar-benar bekerja dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi mauquf ‘alaih (penerima manfaat wakaf).

Melalui pendekatan kreativitas usaha berbasis aset wakaf, KAWANKU menjadi representasi nyata dari semangat wakaf produktif yang selama ini digaungkan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) bahwa wakaf adalah instrumen ekonomi syariah yang, jika dikelola dengan amanah dan inovatif, mampu menjadi solusi atas ketimpangan sosial-ekonomi umat.

Baca Juga: Pemberdayaan Melon

Panggung KTI: Kompetisi Bergengsi Lembaga Filantropi Islam

Festival Ekonomi Syariah (FESyar) yang diinisiasi Bank Indonesia merupakan salah satu ajang paling bergengsi dalam ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional. Kompetisi Pemberdayaan ZISWAF di dalamnya menjadi ruang seleksi ketat bagi lembaga-lembaga filantropi Islam yang telah membuktikan dampak nyata program Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf di lapangan.

Pada Kategori Wakaf wilayah KTI tahun ini, Baitul Waqaf Munzalan bersaing bersama dua finalis lain: BMT Insan Samawa dari BWI Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta program Kawasan Pemberdayaan Kopi Madaya Sinjai dari Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan. Ketiganya akan berhadapan langsung di hadapan dewan juri pada sesi penjurian offline yang dijadwalkan pada 11 Juli 2026, bertempat di NTB sebagai tuan rumah puncak acara FESyar KTI.

Kalbar di Pentas KTI: Buah dari Konsistensi Pengelolaan Wakaf

Lolosnya program KAWANKU ke babak final bukan sekadar prestasi administratif. Ini adalah pengakuan dari para ahli atas kualitas tata kelola wakaf yang telah dibangun Baitul Waqaf Munzalan Indonesia sebuah lembaga yang beroperasi dari Kalimantan Barat dan kini berdiri sejajar dengan lembaga lembaga besar dari provinsi lain di kawasan timur Indonesia.

Capaian ini sekaligus menjadi sinyal penting: bahwa potensi wakaf produktif di Kalimantan Barat nyata, besar, dan layak untuk terus dikembangkan. Kepercayaan masyarakat yang menitipkan aset wakaf kepada Munzalan dijawab bukan dengan selembar sertifikat, melainkan dengan program yang terukur, berdampak, dan kini diakui di tingkat regional.

Penjurian offline pada 11 Juli 2026 menjadi babak penentuan. Baitul Waqaf Munzalan Indonesia mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk mempresentasikan program KAWANKU di hadapan dewan juri membawa nama Kalimantan Barat dan membuktikan bahwa wakaf produktif bukan milik kota besar semata.

*Satu-satunya wakil Kalimantan Barat di Kategori Wakaf, Munzalan akan bertarung di penjurian offline pada 11 Juli 2026 di NTB dalam puncak acara Festival Ekonomi Syariah wilayah Kawasan Timur Indonesia*

Bagikan Post ini
Buka WhatsApp
1
Butuh bantuan?
Nispi
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 👋
Apa ada yang bisa kami bantu?