Keutamaan Berqurban dalam Hadits Nabi

Qurban dilaksanakan setiap setahun sekali saat Idul Adha. Namun ibadah ini bukan hanya sekadar rutinitas saja, tapi memiliki makna tersendiri dalam islam. Mungkin sebagian dari kita masih belum mengetahui atau hanya sekadar ikut-ikutan saja tanpa benar-benar memahami keutamaannya. Disinilah pentingnya mengetahui keutamaan berqurban, agar kita menjadi sadar bahwa ibadah ini bukan hanya prosesi penyembelihan hewan qurban tetapi juga tentang keikhlasan, ketaatan, serta kepedulian terhadap sesama.

Beberapa hadits memang menjelaskan tentang keutamaan qurban, tetapi tidak satupun di antaranya yang berstatus shahih. Dikutip dari Rumaysho, Ibnul ‘Arobi dalam ‘Aridhotil Ahwadzi (6: 288) berkata, “Tidak ada hadits shahih yang menerangkan keutamaan udhiyah. Segelintir orang meriwayatkan beberapa hadits yang menakjubkan, namun tidak shahih.”

1. Amalan yang Paling Dicintai Allah

Dari ‘Aisyah, Nabi ﷺ bersabda, “Tidaklah pada hari nahr manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai oleh Allah daripada mengalirkan darah dari hewan qurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan qurban tersebut. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (ridha) Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban.” (HR. Ibnu Majah no. 3126 dan Tirmidiz no. 1493. Hadits ini adalah hadits yang dho’if kata Syaikh Al Albani)

Hadits ini menunjukkan bahwa qurban memiliki kedudukan istimewa dibandingkan amalan lainnya di idul adha. Karena termasuk amalan yang paling dicintai Allah pada hari itu.

2. Mendapatkan Pahala Kebaikan

Keutamaan lain dari kurban adalah setiap bagian dari hewan qurban memiliki nilai pahalanya tersendiri. Rasulullah ﷺ bersabda

Sesungguhnya pada setiap helai bulu hewan qurban terdapat kebaikan” (HR Ahmad dan Ibnu Majah) 

Bisakah kita bayangkan, betapa banyak pahala yang diberikan ketika setiap helai bulu hewan qurban bernilai kebaikan di sisi Allah. Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah bagi orang yang berqurban

Baca Juga : Niat Qurban

3. Mendekatkan Diri Kepada Allah

Allah ta’ala berfirman dalam QS. Al-Hajj: 37, yang artinya:

Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin,” (QS. Al Hajj : 37).

Secara makna, qurban berasal dari kata qurb yang artinya dekat. Ayat al-quran ini, sejalan dengan yang Rasulullah ﷺ contohkan, bahwa qurban harus dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena Allah.

4. Menjadi Sarana Berbagi dan Mempererat Ukhuwah

Rasulullah ﷺ bersabda, “Makanlah sebagian darinya, berikanlah kepada orang lain, dan dimpanlah sebagian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa qurban bukan hanya ibadah individu, tetapi juga sarana untuk mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan kepedulin terhadap sesama.

Dari berbagai hadits yang telah disampaikan di atas, bahwa qurban memiliki banyak keutamaan. Kemudian menjadi momentum untuk meingkatkan keikhlasan, serta kepedulian terhadap sesama. Bagi siapas saja yang memiliki kemampuan, maka berqurbanlah.semoga kita termasuk orang-orang yang dimudahkan untuk berqurban.

Bagikan Post ini
Buka WhatsApp
1
Butuh bantuan?
Nispi
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 👋
Apa ada yang bisa kami bantu?