Niat adalah bagian penting dalam ibadah, yang merupakan inti dari setiap amal perbuatan yang kita lakukan. Niat juga berfungsi sebagai pembeda, apakah yang dilakukan tersebut bernilai pahala atau hanya menjadi aktivitas biasa. Menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak umat muslim yang ingin melaksanakan qurban, namun masih bingung bagaimana melafalkan niat qurban dengan benar. Maka dari itu, memahami niat qurban menjadi langkah penting agar ibadah yang dilakukan sah dan bernilai sebagai ibadah.
Pengertian Niat dalam Ibadah Qurban
Secara bahasa, niat berarti keinginan dalam hati untuk melakukan sesuatu. Dalam konteks ibadah, niat adalah keinginan untuk melakukan suatu amalan karena Allah ta’ala. Mengutip dari zakatsukses, bahwa dalam kitab Ar-Raudhah disebutkan “Boleh mendahulukan niat sebelum penyembelihan berlangsung, menurut pendapat yang paling shahih dengan berdasarkan pada pendapat yang memperbolehkan niat pada saat penyerahan hewan kepada panitia.
Dengan demikian, niat saat proses penyembelihan menjadi hal yang wajib, terutama jika orang yang diwakilkan belum berniat sama sekali sebelumnya.” (Darul Fikr: Beirut, 1995) Juz 4, Hal. 254
Bacaan Niat Qurban
نويت أن أاضحي للهِ تَعَالى
Latin: Nawaitu an udhohhi lillaahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berqurban karena Allah Ta’ala.”
نويت أن أاضحي عَنْ نَفْسِي سُنَّةً للهِ تَعَالى
Latin: Nawaitu an udhahhi an-nafsii sunnatan lillaahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berqurban untuk diri sendiri sunnah karena Allah Ta’ala.”
Baca Juga : Qurban Kambing Atau Sapi
Doa Saat Menyembelih Hewan Kurban
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اَللهُ أَكْبَرُ، هَذَا مِنْكَ وَإِلَيْكَ
Bismillahirrahmanirrahim. allahu akbar haadza minka wa ilayka.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah Maha Besar, (Udhiyyah) ini dari-Mu dan kembali kepada-Mu.” (HR Al-Bukhari Muslim)
Hikmah dari Ibadah Qurban
- Melatih keikhlasan dan pengorbanan, dengan cara melatih diri kita untuk rela memberikan sesuatu yang kita miliki, sehingga hati kita tidak terlalu terikat dengan harta yang Allah titipkan.
- Menumbuhkan kepedulian sosial, daging qurban yang sudah disembelih kemudian dibagikan kepada masyarakat terutama yang membutuhkan (fakir dan miskin). Sehingga mempererat rasa solidaritas dan kebersamaan.
- Mengurangi kesenjangan sosial, melalui pembagian daging qurban, masyarakat yang jarang menikmati daging bisa merasakannya meski setahun sekali.
- Menguatkan rasa syukur, berqurban adalah bentuk rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan, selain itu kita diajarkan untuk tidak hanya menikmati tapi juga berbagi.
Qurban adalah salah satu amalan yang dicintai Allah, dalam salah satu haditsnya Rasulullah ﷺ menjelaskankan bahwa tidak ada amalan di hari raya idul adha yang Allah cintai selain menyemblih hewan qurban. Selain itu, berqurban adalah bentuk keteladanan kita dari kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan Nabi Ismail ‘alaihissalam. Semoga di hari raya idul adha ini, kita bisa menjaga keikhlasan niat berqurban sehingga menjadi salah satu jalan bagi kita untuk lebih mempererat hubungan kita dengan Allah ta’ala.





