Kita sering mendengar bahwa keutamaan Dzulhijjah berada di awal bulan yakni 10 hari pertama. Sehingga setelah 10 hari itu berlalu, kebanyakan dari kita kemudian mengendurkan semangat dalam beribadah. Padahal selama bulan Dzulhijjah belum berakhir masih banyak peluang pahal yang bisa diraih. Pada sisa hari di bulan ini, kita dapat memperbaiki kualitas ibadah, memperbanyak amal kebaikan, sekaligus sebagai momen untuk introspeksi diri sebelum menyambut Tahun Baru Hijriyah di bulan Muharram nanti.
Berikut, beberapa hal yang bisa kita lakukan sebelum Bulan Dzulhijjah benar-benar selesai,
Amalan-amalan Sebelum Muharram Tiba
1. Menjaga puasa sunnah senin dan kamis
Rasulullah bersabda,
“تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ اْلإِثْنَيْنِ وَالْخَمِيْسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ.”
Artinya:
“Amal-amal manusia diperiksa pada setip hari Senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. At-Tirmidzi)
Walaupun puasa arafah sudah berlalu, puasa senin dan kamis tetap menjadi amalan yang dianjurkan
2. Memperbanyak dzikir dan istighfar
Dzikir termasuk amalan yang ringan di lisan tapi memiliki keutamaan yang besar, Allah berfirman,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab ayat 41)
3. Memperbanyak tilawah alqur’an
Rasulullah bersabda,
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا , لاَ أَقُوْلُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ”
Artinya:
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tetapi aliif itu satu huruf, laam itu satu huruf, dan miim itu satu huruf.” (HR. Tirmidzi)
Al-qur’an adalah petunjuk hidup bagi setiap muslim, dengan membaca dan mentadabburinya bisa membuat hati menjadi tenang, serta menjadi salah satu amalan yang dianjurkan pula.
4. Memperbanyak sedekah
Sedekah termasuk amalan yang dicintai Allah dan menjadi bukti kepedulian kita pada sesama. Sedekah juga tidak harus dalam jumlah besar, ia juga bisa berupa tenaga, ilmu yang bermanfaat, dan kebaikan lainnya.
5. Menjaga shalat sunnah dan shalat malam
Shalat sunnah dan shalat malam juga bisa kita lakukan sebelum Dzulhijjah berakhir. Walau mungkin rasa malas sering menghampiri, berusahalah untuk melakukannya. Terlebih shalat malam, yang merupakan waktu istimewa untuk bermunajat kepada Allah ta’ala.
Baca Juga: Hal Yang Harus Kamu Lakukan Di Akhir Tahun Hijriyah
Muhasabah Diri: Bekal Terbaik Menyambut Tahun Baru Hijriyah
Kebanyakan dari kita membuat resolusi ketika memasuki tahun baru masehi. Namun jarang sekali melakukan hal yang sama ketika memasuki tahun baru hijriyah. Padahal di momen ini adalah sama-sama waktu yang tepat untuk bermuhasabah, mengoreksi, serta mengevaluasi diri.
Allah berfirman,
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌۭ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۢ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ ١٨
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr ayat 18)
Berikut beberapa hal yang bisa kita tanyakan pada diri sendiri
Sudahkah kita menjaga shalat lima waktu dengan baik?
Apakah hubungan kita dengan orang-orang disekitar kita berjalan sebagaimana mestinya?
Masihkah ada dosa atau kebiasaan buruk yang masih dilakukan? Dll
Hal ini menjadi penting, karena dengan bermuhasabah semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari hari kemarin.





