Amalan Sunnah 10 Hari Pertama Dzulhijjah Menjelang Idul Adha

Dalam Bulan Dzulhijjah, terdapat salah satu momen istimewa yang sayang untuk kita lewatkan khususnya pada 10 hari pertama. Menjelang hari raya idul adha, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Bahkan dalam salah satu hadits disebutkan bahwa tidak ada hari di mana amal kebaikan lebih Allah cintai selain sepuluh hari pertama dzulhijjah. Maka, amalan sunnah apa sajakah yang bisa kita lakukan di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah nanti? Berikut penjelasannya.

1. Menunaikan Shalat Idul Adha dan Menyimak Khutbah

Hukum shalat idul adha adalah sunnah muakkadah, yang berarti sangat dianjurkan. Rasulullah ﷺ bersabda dalam salah satu haditsnya

Diriwayatkan dari Ummu ‘Athiyyah bahwa ia berkata: “Rasulullah ﷺ memerintahkan kami supaya menyuruh mereka keluar pada hari Idul Fitri dan Idul Adha: yaitu semua gadis remaja, wanita sedang haid dan wanita pingitan. Adapun wanita-wanita sedang haid supaya tidak memasuki lapangan tempat salat, tetapi menyaksikan kebaikan hari raya itu dan panggilan kaum Muslimin.” (HR. Muslim)

Mendengarkan khutbah setelah shalat juga menjadi bagian penting karena berisi nasihat dan penguatan iman.

2. Menjalankan Ibadah Haji dan Umrah

Ibadah haji adalah rukun islam kelima yang wajib dilaksanakan bagi yang mampu.

…وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ 

Artinya: “Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam”. (QS Ali-Imran: 97)

Apabila belum mampu berhaji, umrah juga bisa menjadi ibadah yang sangat dianjurkan.

العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنةArtinya: “Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga“.

3. Menghidupkan Puasa di Awal Dzulhijjah

Amalan selanjutnya adalah puasa di sembilan hari pertama Dzulhijjah. Puasa yang dimaksud ialah, Puasa Dzulhijjah pada tanggal 1-7, Puasa Tarwiyah pada tanggal 8, dan puasa Arafah pada tanggal 9. Sebagian istri Nabi ﷺ meriwayatkan bahwa 

Rasulullah ﷺ berpuasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah.” (HR Abu Daud)

Puasa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan ketakwaan pada Allah, sehingga sangat dianjurkan untuk semua muslim.

Baca Juga : 5 Hikmah Berqurban

4. Memperbanyak Takbir dan Dzikir

Allah berfirman dalam QS Al-Hajj: 28 yang berbunyi, 

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

Artinya: “…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan …”. (al-Hajj :28).

Imam Bukhari menyebutkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah bahkan keluar ke pasar untuk mengumandangkan takbir, lalu orang-orang pun mengikuti mereka. Kemudian, Dzikir yang dianjurkan meliputi tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), tahlil (Laa Ilaaha Illallah), takbir (Allahu Akbar). Amalan sederhana yang memiliki pahala besar.

5 Menunaikan Ibadah Qurban di Hari Raya dan hari Tasyrik

Ibadah qurban dilaksanakan pada tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah, qurban menjadi bukti ketaatan dan keikhlasan kepada Allah, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahmi ‘alaihissalam. Rasulullah ﷺ juga bersabda

“Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan qurban” (HR. Tirmidzi)

Selain bernilai ibadah, qurban juga menjadi ibadah yang terasa manfaatnya di lingkup sosial. Karena daging yang telah disembelih kemudian dibagikan kepada orang orang sekitar yang membutuhkan.


Bagikan Post ini
Buka WhatsApp
1
Butuh bantuan?
Nispi
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 👋
Apa ada yang bisa kami bantu?