Ibadah qurban bukan hanya tentang penyembelihan hewan, tapi juga tentang makna pengorbanan serta keikhlasan. Walaupun ibadah ini selalu dilaksanakan setiap tahunnya, tapi masih banyak sebagian dari kita yang belum benar-benar memahami hikmah serta keutamaannya. Sangat disayangkan apabila kita belum memahaminya, karena terdapat banyak sekali pelajaran yang bisa menambah kedekatan kita dengan Allah serta membentuk diri kita menjadi pribadi yang lebih peduli dan bertakwa. Oleh karena itu, berikut penjelasan hikmah serta keutamaan dari ibadah qurban.
1. Amalan yang Paling Allah Cintai
“Tidak ada suatu amalan yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Kurban, yang lebih dicintai Allah selain daripada menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu pada hari kiamat kelak akan datang beserta dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima disisi Allah, maka beruntunglah kamu semua dengan (pahala) qurban itu.” (HR.Al-Tarmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim)
Hadits ini menjelaskan bahwa pada saat Hari Raya Idul Adha, berqurban adalah amalan yang paling dianjurkan. Khususnya bagi orang-orang yang mampu. Qurban menjadi amalan yang paling Allah cintai bukannya tanpa alasan. Dalam melaksanakan ibadah qurban, kita berarli telah mengorbankan sebagian harta, serta ketaatan terhadap perintah Allah ta’ala.
2. Melatih Keikhlasan serta Ketaatan kepada Allah
Ketika seseorang berqurban, maka ia diminta untuk mengorbankan hartanya tanpa mengharapkan apapun selain karena melaksanakan perintah Allah. Ia rela mengeluarkan uang, memilih hewan terbaik, kemudian menyerahkan hasilnya untuk dibagikan kepada orang lain. Bahkan tidak jarang pula ia hanya mendapatkan sedikit bagian.
Sementara itu, ketaatan tercermin dari kesiapan seorang hamba menjalankan perintah Allah tanpa banyak alasan walaupun terasa berat. Disinilah keikhlasan dan ketaatan seseorang diuji. Apakah kita benar-benar ikhlas, atau masih berharap pengakuan dari manusia?
Baca Juga : Keutamaan Qurban
3. Mendekatkan Diri Kepada Allah (taqarrub)
secara bahasa, qurban berasal dari kata “qurb” yang berarti dekat. Maknanya, ibadah ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Allah berfirman dalam QS. Al-Hajj: 37
لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya: “Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin.” (QS. Al-Hajj: 37)
Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah menilai ketakwaan dan niat dari hati kita, bukan dari seberapa banyak daging atau hewan yang kita qurbankan. Hal ini juga menjadi pengingat untuk kita semua, bahwa dalam setiap ibadah yang paling utama adalah kualitas niat dan hati kita.
4. Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Salah satu dampak dari qurban yang paling terasa adalah ketika daging qurban dibagikan kepada masyarakat terutama orang-orang yang kurang mampu. Pada momen inilah kita bisa merasakan kebersamaan dan kepedulian antar sesama. Di mana orang-orang yang mungkin jarang menikmati daging, pada saat hari raya idul adha mereka bisa ikut merasakan kebahagiaan menikmati daging qurban.
5. Mensyiarkan Ajaran Islam (Kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam)
Ingatkah kisah tentang Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan Nabi Ismail ‘alaihissalam? Ketika Allah memerintahkan Nabi Ibrahim alaihissalam untuk menyembelih anaknya, dan walaupun berat Ia menerima perintah itu, ia sudah siap untuk melakukannya. Ketika benda tajam itu sudah diayunkan ke atas, Allah kemudian memerintahkan Nabi Ibrahim alaihissalam untuk menggantinya dengan domba.
Maka sejak saat itulah, qurban dilaksanakan tiap tahunnya. Nabi Muhammad ﷺ juga rutin melaksanakan qurban sebagai teladan untuk kita umatnya. Dengan berqurban pula, seorang muslim menunjukkan keimanannya meneladani ajaran Rasulullah ﷺ.





