Zakat dan Sedekah: Investasi Terbaik di Awal Tahun Hijriyah yang Baru

Memasuki tahun baru hijriyah, sebagian dari kita mulai menyusun berbagai target dan rencana untuk kehidupan yang lebih baik. Ada yang fokus pada pengembangan diri, pendidikan, karier, hingga perencanaan keuangan. Dalam islam, pergantian tahun adalah momen untuk bermuhasabah aktivitas sehari-hari termasuk ibadah dan hubungan tiap-tiap manusia pada Rabbnya. 

Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah mengelola keuangan dengan memprioritaskan zakat dan sedekah, walaupun masih banyak orang yang memandang bahwa keduanya hanya mengurangi harta saja. Padahal dalam islam, keduanya merupakan investasi yang memberikan keuntungan di kehidupan dunia dan akhirat

Mengelola Keuangan dengan Perspektif Islam

Dalam islam, keberhasilan finansial tidak hanya dilihat dari banyaknya harta, tetapi juga dari keberkahannya. Karena ia dibangun atas prinsip keseimbangan (tawazzun). Seorang muslim diperintahkan untuk bekerja keras, mencari rezeki yang halal, memenuhi kebutuhan diri dan keluarga, serta memberikan sebagian hartanya untuk membantu sesama. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hasyr ayat 18

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌۭ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۢ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ ١٨

Artinya:

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Ayat ini menunjukkan bahwa sebagian dari harta yang kita memiliki sebenarnya terdapat hak orang lain. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan islami juga perlu memperhatikan tanggung jawab sosial.

Baca Juga: Cara Menyambut Muharram

Zakat dan Sedekah: Investasi yang Tidak Pernah Merugi

Dalam bisnis, setiap investasi memiliki risiko. Berbeda dengan zakat dan sedekah, zakat adalah penyuci harta, sedangkan sedekah adalah segala kebaikan yang kita lakukan terhadap orang lain. Keduanya merupakan investasi yang keuntungannya dijamin oleh Allah ta’ala.

Nabi ﷺ bersabda,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

Artinya:

Sedekah tidaklah mengurangi harta” (HR. Muslim)

Secara fisik, jumlah uang yang dikeluarkan memang berkurang. Namun dari sisi keberkahan, pahala, dan kebaikan, semuanya akan kembali pada kita. Allah juga menjelaskan perumpamaan orang-orang yang berinfaq di jalan Allah  

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

Artinya:

Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.”  (QS. Al-Baqarah ayat 261)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah mampu melipatgandakan balasan atas harta yang dikeluarkan di jalan kebaikan. Karena itu, zakat dan sedekah adalah investasi yang keuntungannya bisa melampaui perhitungan manusia.

Walaupun pada akhirnya, kelak seluruh harta yang kita miliki akan kita tinggalkan. Rumah, kendaraan, tabungan, dan lainnya. Hanya amal saleh yang menemani kita dalam kegelapan. Zakat dan sedekah termasuk amal yang memberikan manfaat besar, setiap bantuan yang kita berikan, dan setiap senyum yang tercipta, serta setiap kkebaikan yang lahir dari kebaikan tersebut akan menjadi catatan pahala di sisi Allah ta’ala.



Bagikan Post ini
Buka WhatsApp
1
Butuh bantuan?
Nispi
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 👋
Apa ada yang bisa kami bantu?