Pontianak – Masjid Munzalan Mubarakan bersama Laznas Baitulmaal Munzalan Indonesia resmi memulai Program Munzalan Terapis Akademi melalui kegiatan kick off yang digelar pada Selasa, 21 Juli 2026, di Munzalan Tower Lantai 2.
Mengusung tagline “Sehat dalam Taat, Sehat Bermanfaat”, program ini menjadi bagian dari ikhtiar pemberdayaan santri melalui pengembangan keterampilan di bidang terapi dan kesehatan.
Munzalan Terapis Akademi merupakan program kolaborasi antara Laznas Baitulmaal Munzalan Indonesia dengan Master Kretek Indonesia. Melalui kolaborasi ini, para santri tidak hanya diarahkan untuk menguasai keterampilan terapi, tetapi juga dibekali dengan nilai karakter, ilmu, serta semangat untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
Program ini dirancang untuk mencetak terapis yang memiliki keterampilan praktis sekaligus menjadikan pelayanan kesehatan sebagai bagian dari ikhtiar dakwah dan pemberdayaan umat.
Santri Dibekali Keterampilan Terapi Selama 10 Pekan
Peserta Munzalan Terapis Akademi merupakan para santri Masjid Munzalan Mubarakan. Selama mengikuti program, para peserta akan mendapatkan pembelajaran mengenai berbagai teknik terapi dan pengobatan yang dibimbing langsung oleh tim dari Master Kretek Indonesia.
Pelatihan akan berlangsung selama 10 pekan dengan jadwal pembelajaran tiga hari dalam sepekan, yaitu setiap Senin, Selasa, dan Rabu, mulai pukul 16.00 hingga menjelang waktu Maghrib.
Rangkaian pembelajaran tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang terstruktur bagi para peserta. Selain memperoleh pengetahuan dan keterampilan teknis, para santri juga diharapkan mampu membangun sikap profesional, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sehat dalam Taat, Sehat Bermanfaat
Kick off Program Munzalan Terapis Akademi turut dihadiri oleh Ketua Umum Masjid Munzalan Mubarakan, Banjiruddin, Direktur Utama Laznas Baitulmaal Munzalan Indonesia, Adam Pratama, serta Direktur Pemberdayaan Laznas Baitulmaal Munzalan Indonesia, Muhammad Luthfi.
Dalam sambutannya, Direktur Pemberdayaan Laznas Baitulmaal Munzalan Indonesia, Muhammad Luthfi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menginisiasi dan mempersiapkan program tersebut.
Menurutnya, Munzalan Terapis Akademi menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang diharapkan dapat menghadirkan manfaat nyata, khususnya melalui pengembangan keterampilan dan potensi para santri.
Sementara itu, Ketua Umum Masjid Munzalan Mubarakan, Banjiruddin, menyampaikan bahwa Munzalan Terapis Akademi merupakan salah satu langkah nyata dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat luas bagi umat.
Menurutnya, semangat yang diusung melalui tagline “Sehat dalam Taat, Sehat Bermanfaat” sejalan dengan visi berbagai program yang selama ini dikembangkan oleh Masjid Munzalan Mubarakan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, maupun kepedulian sosial.
Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi keterampilan yang bermanfaat.
Master Kretek Indonesia Berbagi Ilmu dan Pengalaman
Founder Master Kretek Indonesia, Apriyanto, turut menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kolaborasi tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa ilmu dan materi terapi yang akan diberikan kepada para peserta merupakan bagian dari pengalaman serta pengetahuan yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun.
Karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap proses pembelajaran dengan penuh semangat dan kesungguhan.
Menurutnya, proses belajar membutuhkan konsistensi dan kemauan untuk terus berlatih. Dengan mengikuti setiap tahapan secara serius, para peserta diharapkan dapat memahami dasar-dasar terapi sekaligus mengembangkan kemampuan mereka secara bertahap.

Penyerahan Apron Tandai Dimulainya Program
Sebagai simbol dimulainya Program Munzalan Terapis Akademi, dilakukan penyerahan apron terapis secara simbolis oleh Ketua Umum Masjid Munzalan Mubarakan, Banjiruddin, kepada perwakilan peserta.
Penyerahan tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan para santri dalam mengikuti proses pembelajaran dan pelatihan terapi selama 10 pekan ke depan.
Setelah prosesi kick off, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi pengenalan materi yang disampaikan oleh Founder Master Kretek Indonesia, Apriyanto.
Pada sesi awal tersebut, peserta mendapatkan pengenalan mengenai dasar-dasar teknik bone setting sebagai salah satu materi pembelajaran dalam Program Munzalan Terapis Akademi.
Menjadikan Pelayanan Kesehatan sebagai Jalan Dakwah
Program Munzalan Terapis Akademi diharapkan tidak berhenti pada proses pelatihan keterampilan semata. Lebih dari itu, program ini dirancang sebagai bagian dari upaya membangun generasi santri yang mampu mengembangkan potensi diri sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat.
Para peserta diharapkan dapat tumbuh menjadi terapis yang memiliki keterampilan, karakter, akhlak, dan semangat pelayanan.
Melalui keterampilan yang diperoleh, para santri diharapkan mampu berkontribusi dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Semangat “Sehat dalam Taat, Sehat Bermanfaat” menjadi landasan utama agar ilmu yang dipelajari tidak hanya berhenti pada diri sendiri, tetapi dapat menjadi jalan untuk membantu dan melayani sesama.
Masjid Munzalan Mubarakan bersama Laznas Baitulmaal Munzalan Indonesia berharap Munzalan Terapis Akademi dapat menjadi salah satu model pemberdayaan santri melalui pendidikan vokasional yang menggabungkan keterampilan, nilai keislaman, dan semangat pengabdian.
Dengan demikian, para santri tidak hanya memiliki bekal ilmu agama, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat dikembangkan untuk menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan memberikan manfaat luas bagi umat.





