Bagaimana Islam Memandang Kepedulian terhadap Anak Yatim?

Islam sangat memuliakan anak yatim dan mengajarkan umatnya untuk memberikan perhatian kepada mereka dengan penuh kasih sayang. Dengan cara menjaga hak, kehormatan, dan masa depan mereka. Bahkan Al-Qur’an menyebutnya berkali-kali bahwa anak yatim harus mendapatkan perlindungan dari masyarakat. Lantas, bagaimana bentuk kepedulian terhadap anak yatim yang sesuai tuntunan islam?

Allah berfirman dalam QS. Ad-Dhuha: 9 yang berbunyi:

فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ

Latin:

Fa ammal-yatiima fa laa taq-har

Artinya:

Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.

Dalam ayat ini, Allah mengingatkan kita bahwa anak yatim harus diperlakukan dengan baik. Mereka tidak boleh direndahkan, disakiti, atau diperlakukan semena-mena.

Baca Juga: Sedekah Jumat

Keutamaan Peduli terhadap Anak Yatim

1. Mendapat kedekatan dengan Rasulullah ﷺ di Surga

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَنَاوَكَافِلُ الْيَتِيْمِ فِى الْجَنَّةِ هَكَذَا وَأَشَارَبِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا

    Artinya : 

    Rasulullah ﷺ bersabda: “Aku dan orang yang memelihara anak yatim itu akan masuk surga seperti ini,”. Nabi memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggang keduanya. (HR. Bukhari).

    2. Mendapat jaminan masuk surga

      Rasulullah ﷺ bersabda:

      “Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan memasukkannya ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR. Tirmidzi)

      3. Menjadi ladang amal yang berkelanjutan

        Rasulullah ﷺ bersabda:

        إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ: إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَاريَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

        Artinya:

        “Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya”

        Tidak Perlu Menunggu Mampu untuk Peduli

        Untuk menolong sesama tidak melulu harus dengan nominal yang besar, bisa dimulai dengan menyisihkan sebagian secara rutin, memberikan makanan, membantu perlengkapan sekolah, menjadi relawan, atau ikut bergabung dengan mendukung lembaga yang mengelola program anak yatim secara amanah. 

        Contoh lainnya, ialah dengan ikut gerakan 25ribu per bulan untuk program menyantuni anak yatim. Walaupun tidak dengan nominal yang besar, tapi jika dilakukan dengan konsisten dan niat yang ikhas maka in syaa allah akan berdampak besar bagi kehidupan dunia dan akhirat kita.

        Wallahu’alam bishawab

        Bagikan Post ini
        Buka WhatsApp
        1
        Butuh bantuan?
        Nispi
        assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 👋
        Apa ada yang bisa kami bantu?