Akhir bulan adalah waktu yang tepat untuk merefleksi diri, berhenti sejenak untuk melihat kembali perjalanan diri selama satu bulan terakhir. Dan tanyakan pada diri “Sudahkah amal kita layak dibawa ke bulan berikutnya?”
Bulan Boleh Berganti, Tapi Amal baik Jangan Ikut Berhenti
Kita tentu memiliki target di tiap bulannya. Dan biasanya tidak semua target bisa kita capai, mungkin saja hanya sebagian. Seperti shalat tepat waktu, sedekah, membaca Qur’an, mengikuti kajian, menjaga lisan, disiplin mengatur keuangan, dll. Setelah semua yang kita lakukan di bulan sebelumnya, apakah ada perubahan baik dalam diri kita?
Sebab, ibadah tidak seharusnya menjadi rutinitas saja tanpa ada nilai yang tumbuh dalam diri, seperti hati yang lebih tenang, akhlak yang lebih baik, dan hubungan yang semakin dekat dengan Allah.
Refleksi Amal yang Perlu Dipertahankan dan Diperbaiki
Pertahankan amalan yang baik dan menjadi kebiasaan, perbaiki amalan yang sekiranya tidak bermanfaat. Misalnya berhasil menjaga bacaan Qur’an setiap hari, atau bangun lebih awal. Maka kebiasaan yang seperti ini harus dipertahankan. Jangan biarkan ia berhenti hanya karena bergantinya bulan.
Evaluasi Diri Tanpa Menyalahkan
Muhasabah bukan berarti mencari-cari kesalahan diri, tapi evaluasi adalah ruang untuk memahami apa yang perlu diperbaiki dalam diri kita.
Berikut contoh pertanyaan yang bisa kita ajukan ke diri sendiri
Bagaimana hubungan saya dengan Allah di bulan lalu?
Apakah shalatku selalu tepat waktu?
Apakah aku sudah mampu mengendalikan emosi dan lisan?
Kebiasaan apa yang perlu saya perbaiki?
Jawablah dengan jujur, dan sadari kekurangan diri untuk memperbaikinya
Semoga dengan bergantinya bulan ini, tidak menghilangkan kebiasaan baik yang sudah dibangun, dan kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih dekat kepada Allah, lebih baik akhlaknya, serta bermanfaat bagi sesama.
Aamiin allahumma aamiin.

