JAKARTA – Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian dan aksi nyata untuk menghadirkan kebahagiaan bagi sesama. Semangat tersebut diwujudkan oleh Baitulmaal Munzalan Indonesia Perwakilan Provinsi Jakarta-Banten melalui rangkaian Program Merdeka Fair 2026 sepanjang Agustus.
Mengusung tema “Merdeka Berbagi, Menguatkan Ukhuwah, Menghadirkan Harapan”, Merdeka Fair menjadi ruang kolaborasi antara lembaga, donatur, mitra, Pasukan Amal Sholeh (PASKAS), dan masyarakat untuk menghadirkan berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan para penerima manfaat.
Program ini dikembangkan melalui empat pilar utama, yakni kemanusiaan, kepedulian, pendidikan, dan kesehatan. Melalui empat pilar tersebut, zakat, infak, dan sedekah tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan, tetapi juga dihadirkan melalui pengalaman yang dapat memberikan kebahagiaan, kepercayaan diri, serta harapan baru bagi santri dan mustahik.
Bagi sebagian masyarakat prasejahtera, kesempatan menikmati rekreasi edukatif, mendapatkan pengalaman baru, hingga melangsungkan pernikahan secara layak masih menjadi sesuatu yang sulit diwujudkan. Karena itu, Merdeka Fair hadir untuk membuka ruang tersebut melalui pendekatan pemberdayaan dan kepedulian sosial.
Rangkaian program dimulai melalui Festival Kawinan Tanah Abang yang dilaksanakan pada 14 Agustus 2026 di Masjid Fatahillah, Jakarta Pusat. Kegiatan ini memfasilitasi 30 pasangan mustahik untuk melangsungkan pernikahan dalam suasana yang lebih layak dan bermartabat.

Tidak hanya menjadi momentum kebahagiaan bagi pasangan yang menikah, kegiatan tersebut juga diarahkan sebagai bagian dari penguatan literasi keluarga sekaligus upaya menjaga nilai-nilai budaya lokal yang berkembang di tengah masyarakat.
Semangat berbagi kemudian berlanjut melalui program Santri Bahagia Goes to Dufan pada 27 Agustus 2026. Sebanyak 100 santri mendapatkan kesempatan menikmati rekreasi edukatif di kawasan Jakarta Utara.
Kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar sebagai hiburan, tetapi menjadi ruang bagi para santri untuk mendapatkan pengalaman baru, membangun kreativitas, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus menikmati momen kebersamaan bersama teman-temannya.
Rangkaian Merdeka Fair kemudian ditutup melalui Santri Bahagia Camp yang berlangsung di Pondok Pesantren Daar El Falah, Banten, pada 29–30 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan sekaligus kebersamaan bagi para santri melalui berbagai aktivitas yang mendorong tumbuhnya karakter, kreativitas, dan kecintaan terhadap lingkungan serta tanah air.

Kepala Kantor Baitulmaal Munzalan Indonesia Perwakilan Provinsi Jakarta-Banten, Irfan Herdiansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Menurutnya, setiap program kebaikan tidak akan berjalan tanpa dukungan dan kepercayaan dari para donatur serta berbagai pihak yang terus membersamai gerakan sosial Baitulmaal Munzalan Indonesia.
“Terima kasih kami ucapkan kepada donatur (orang tua asuh) yang telah mendukung setiap acara kebaikan di Baitulmaal Munzalan Indonesia. Semoga Allah memberikan balasan terbaik, memberkahi segala rezekinya, dan menyucikan hartanya. Sampai jumpa di acara kebahagiaan berikutnya,” ujar Irfan.
Lebih dari sekadar rangkaian kegiatan memperingati bulan kemerdekaan, Merdeka Fair menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga memiliki makna ketika setiap orang memiliki kesempatan untuk merasakan kebahagiaan, mendapatkan ruang untuk berkembang, dan memiliki harapan terhadap masa depan.
Baitulmaal Munzalan Indonesia berharap semangat kolaborasi yang terbangun melalui Merdeka Fair dapat terus berlanjut setelah Agustus berakhir. Sebab, gerakan kebaikan tidak seharusnya berhenti pada satu momentum, tetapi terus tumbuh menjadi kepedulian yang memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.
Melalui dukungan orang-orang baik, setiap kontribusi dapat menjadi bagian dari perjalanan menghadirkan senyum, membuka kesempatan, dan menumbuhkan harapan bagi santri maupun mustahik.





