Sejarah Penetapan Kalender Hijriyah: Siapa yang Pertama Kali Menginisiasinya?

Secara singkat, hijrah adalah berpindah suatu kondisi yang kurang baik kepada kondisi yang lebih baik. Sedangkan hijriyah adalah penanggalan kalender dalam islam, dimana umat muslim berupaya untuk meneladani sifat-sifat yang lebih baik dalam peristiwa hijrah Nabi. Maksudnya, berusahalah untuk memiliki resolusi yang baru tiap tahun agar bisa menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya.

Sejarah Singkat Penetapan Kalender Hijriyah

Sebelum adanya tahun hijriyah, para sahabat menjadikan peristiwa besar sebagai nama tahun. Misalnya, tahun izin (sanatul idzni) yaitu dimana Allah mengizinkan kaum muslimin untuk berhijrah ke Madinah. Kemudian tahun perintah (sanatul amri) peristiwa dimana mereka mendapat perintah untuk memerangi orang musyrik. 

Hingga pada akhirnya, di tahun ketiga kepemimpinan khalifah Umar bin Khattab, beliau mendapat surat dari Abu Musa Al-Asy’ari yang bertuliskan “Telah datang kepada kami beberapa surat dari amirul mukminin, sementara kami tidak tahu kapan kami harus menindaklanjutinya. Kami telah mempelajari satu surat yang ditulis pada bulan sya’ban. Kami tidak tahu surat itu sya’ban tahun ini atau tahun kemarin.” 

Kemudian Umar bin Khattab mengumpulkan para sahabat dan berkata “Tetapkan tahun untuk masyarakat, yang bisa mereka jadikan acuan.”

“Mulai kapan kita menulis tahun?” Kata Sayyidina Umar bin Khattab. Kemudian Ali bin Abi Thalib mengusulkan, “kita tetapkan sejak Rasulullah hijrah ke Madinah saja.” Kemudian Umar menetapkan tahun peristiwa hijrah sebagai tahun pertama hijriyah. (Al-Mustadrak dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi)

Setelah sepakat perhitungan tahun mengacu pada tahun hijriyah nabi, selanjutnya bulan apakah yang dijadikan sebagai bulan pertama? Pada musyawarah ini, Utsman bin Affan mengusulkan agar bulan pertamanya adalah Muharram karena beberapa alasan seperti, Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender masyarakat arab di masa silam dan di bulan Muharram pula kaum muslimin baru saja menyelesaikan ibadah yang besar yaitu haji ke Baitullah

Baca Juga: Sedekah Akhir dan Awal Tahun

Hikmah Penetapan Kalender Hijriyah

1. Menjaga Ketertiban Muslim dalam Beribadah

    Kalender hijriyah menjadi pedoman dalam menentukan waktu pelaksabaan berbagai ibadah seperti puasa Ramadhan, Idulfitri, Iduladha, dan haji. Dengan adanya kalender yang baku, umat islam dapat menjalankan ibadah secara teratur dan seragam

    2. Mengabadikan Peristiwa Hijrah Nabi

      Awal perhitungan kalender islam diambil dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah. Hal ini menunjukkan bahwa hijrah merupakan peristiwa penting yang mengubah perjalanan dakwah islam dan menjadi tonggak lahirnya peradaban islam.

      3. Menunjukkan Pentingnya Musyawarah

        Penetapan kalender hijriyah dilakuka melalui musyawarah antara khalifah Umar bin Khattab dan para sahabat, ini menjadi contoh bahwa persoalan umat sebaiknya diselesaikan dengan berdiskusi dan mencari keputusan terbaik bersama.

        4. Mendorong Evaluasi Diri Setiap Tahun

          Tahun baru hijriyah dapat menjadi momentum muhasabah atau introspeksi diri. Sebagaimana hijrah mengandung makna perubahan menuju keadaan yang lebih baik, umat islam juga dianjurkan untuk mengevaluasi amal dan memperbaiki kualitas iman serta akhlaknya dari tahun ke tahun.

          Wallau’alam bisshawab



          Bagikan Post ini
          Buka WhatsApp
          1
          Butuh bantuan?
          Nispi
          assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 👋
          Apa ada yang bisa kami bantu?