Puasa Arafah adalah salah satu amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat islam. Puasa ini hanya dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Kenapa dianjurkan? Karena ibadah ini memiliki banyak keutamaan. Mulai dari penghapus dosa hingga menjadi salah satu bentuk pendekatan diri kepada Allah ta’ala.
Menjelang Idul Adha sering pula kita jumpai pertanyaan-pertanyaan tentang puasa sunnah ini, seperti bagaimana niatnya, kapan pelaksanaannya, atau pertanyaan tentang boleh atau tidak jika puasa ini digabung dengan puasa lain.
Maka dari itu, artikel ini akan membahas tentang puasa arafah agar pembaca bisa melaksanakan ibadah sunnah ini sesuai dengan tuntunan syariat.
Niat Puasa Sunnah Arafah
Niat bisa dilakukan sejak malam hari hingga sebelum matahari terbenam, dan selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Bacaan niat puasa arafah adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa puasa arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Dinamakan puasa arafah karena bertepatan dengan peristiwa wukuf di arafah yang dilaksanakan oleh jamaah haji.
Baca Juga: Kurban Online Bagaimana Hukumnya
Keutamaan Puasa Sunnah Arafah
Terdapat beberapa hal yang menjadi keutamaan dari puasa arafah ini, yang mengakibatkannya menjadi ibadah sunnah yang dianjurkan oleh para ulama.
1. Menghapus dosa
Rasulullah ﷺ bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ
Artinya:
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)
2. Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟
Artinya: “Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?.” (HR Muslim)
Imam Nawawi juga mengatakan bahwa hadits ini menegaskan tentang keutamaan arafah. Maka dari itu, karena hari arafah hanya datang setahun sekali maka manfaatkanlah sebaik-baiknya salah satunya dengan memaksimalkan ibadah dan amalan pada hari tersebut.
Tanya Jawab Seputar Hari Arafah
Apakah puasa arafah wajib?
Jawabannya: Tidak, puasa arafah hukumnya sunnah muakkad terutama bagi muslim yang tidak sedang berhaji
Bagaimana jika lupa membaca niat di malam hari?
Jawabannya: Karena termasuk puasa sunnah, niat masih boleh dilakukan pada pagi hari atau sebelum matahari tergelincir selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Apa saja amalan yang dianjurkan pada hari arafah?
Jawabannya: selain puasa, amalan yang dianjurkan adalah memperbanyak dzikir, berdooa, beristighfar, dan amalan lainnya yang bisa dimaksimalkan pada hari arafah
Wallahu’alam bissshawab





