Setelah Ramadhan, tidak seharusnya membuat semangat ibadah kita menghilang. Justru bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan baik dan bisa terus dijaga setelahnya. Namun, realitanya banyak orang merasa ibadahnya menurun setelah Ramadhan. Padahal, tanda terimanya amal di bulan Ramadhan adalah tergantung bagaimana setelahnya. Kabar baiknya, menjaga pahala terus mengalir tidak harus dengan amal ibadah yang berat. Ada banyak amalan ringan yang bisa dilakukan secara konsisten, dan bernilai besar di sisi Allah. Amalan sederhana yang bernilai besar, antara lain
1. Menjaga Shalat Wajib di Awal Waktu
Shalat adalah tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab kelak. Jika selama Ramadhan kita selalu shalat di awal waktu, maka kebiasaan ini harus dipertahankan. Karena shalat bukan sekadar kewajiban, tapi juga sumber ketenangan di tengah padatnya aktivitas harian.
2. Membaca Al-Qur’an Setiap Hari
Bacalah al-qur’an setiap hari walau sedikit. Jangan sampai al-Qur’an hanya kita baca saat Ramadhan saja.
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِقْرَؤُوْا القُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Artinya: Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Bacalah Al-Qur’an karena pada hari kiamat, ia akan datang sebagai syafaat untuk para pembacanya.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 804]
Mulailah dengan yang ringan, dua halaman per hari yang penting rutin. Karena amalan kecil yang terus dilakukan akan lebih bernilai dibanding amalan besar tapi hanya diawal saja.
3. Memperbanyak Dzikir Harian
Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda,
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
Artinya: “Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim” (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung). (HR. Bukhari no. 6682 dan Muslim no. 2694)
Contoh dzikir dalam hadits di atas bisa dilakukan kapan saja. Dan ini menjadi salah satu cara agar kita tetap terhubung dan terus ingat pada Allah.
4. Sedekah
Sedekah adalah salah satu kebiasaan baik yang harus dipertahankan. Tidak perlu menunggu kaya untuk sedekah. Cukup dengan seribu setiap hari atau bahkan senyum dan membantu orang lain degan tenaga kita juga termasuk sedekah.
5. Berpuasa Sunnah
Berpuasa juga menjadi cara yang efektif untuk mempertahankan semangat ibadah. Banyak puasa sunnah yang bisa dikerjakan, seperti puasa senin dan kamis, puasa ayyamul bidh (setiap tanggal 13, 14, 15 di bulan hijriyah). Dengan berpuasa juga bisa menjaga kita dari hal yang Allah larang, dan membuat diri kita lebih terkontrol.
6. Niatkan Setiap Aktivitas Sebagai Ibadah
Ini adalah kunci agar pahala terus mengalir tanpa terasa berat. Bekerja, belajar, membantu orang lain, semua ini bisa bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda,
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]





