Sedekah di Bulan Ramadhan adalah amalan istimewa yang memiliki nilai pahala berlipat ganda. Ketika Ramadhan memasuki pertengahan, fase inilah konsistensi seorang muslim diuji. Di mana semangat ibadah mulai menurun, dan fokus perlahan mulai terbagi. Namun penting diingat bahwa Ramadhan belum berakhir. Masih ada setengah jalan dan kesempatan untuk memperbanyak amalan, termasuk sedekah.
Sedekah adalah amalan yang dicintai Rasulullah ﷺ. Ibnu abbas radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan “Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al-Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari)
Di bawah ini keutamaan sedekah agar kita bisa termotivasi memberikan sedekah terbaik di bulan Ramadhan ini.
1. Menghapuskan dosa
Sebagaimana peribahasa “tak ada gading yang tak retak” begitulah gambaran dari manusia, mereka tidak pernah luput dari salah dan khilaf. Ucapan yang kurang terjaga atau sikap yang menyakiti, baik secara sadar ataupun tidak.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Sedekah itu memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi)
Begitulah gambaran dosa ketika diiringi dengan sedekah yang ikhlas. Menenangkan, menyejukkan, sekaligus menghapus kesalahan.
Baca Juga: Cara Tetap Istiqomah Diramadhan
2. Mempercepat dikabulkannya doa
Setiap dari kita tentu memiliki doa yang belum terwujud. Ada harapan yang terus dipanjatkan seusai shalat, ada air mata yang disembunyikan dalam sujud panjang.
وَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗۚ وَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
Artinya:
“Suatu apa pun yang kamu infakkan pasti Dia akan menggantinya. Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.” (QS. Saba:39)
Dalam potongan ayat di atas menjelaskan, bahwa apa saja yang sudah kita keluarkan di jalan Allah, tidak ada yang sia-sia dan akan Allah ganti. Dan perlu kita pahami bahwa apa yang Allah ganti tidak harus sama dengan apa yang kita berikan. Bisa saja dalam bentuk lain yang lebih kita butuhkan. Misalnya, pertolongan, kemudahan, atau Allah kabulkan doa kita yang mungkin sudah lama kita tunggu.
3. Menolak bala dan musibah
Tidak ada yang tahu bagaimana dan apa yang akan terjadi di hari esok. Namun, ada amalan yang bisa menjadi sebab perlindungan, salah satunya adalah sedekah.
Dalam HR. Al Baihaqi di kitab Sunan al Kabir disebutkan bahwa, dari Anas bin Malik, beliau radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa
بَاكِرُوا بِالصَّدَقَةِ؛ فَإِنَّ الْبَلَاءَ لَا يَتَخَطَّى الصَّدَقَةَ
“Bersegeralah dalam bersedekah, karena seseungguhnya bala (bencana) tidak akan dapat melampaui sedekah.” (HR. Al Baihaqi no. 7831)
Hadits ini memberi pesan bahwa sedekah bisa menjadi benteng tidak terlihat yang menjaga kita dari keburukan. Di bulan Ramadan ini, memperbanyak sedekah bukan hanya tentang pahala, tetapi juga sebagai perlindungan diri dan keluarga.
4. Mengantarkan menuju surgaNya Allah
Sedekah bukan hanya tentang membantu sesama, tetapi juga tentang menyiapkan bekal menuju kehidupan yang abadi. Rasulullah ﷺ bersabda:
عن عبد الله بن سلام رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَفْشُوا السَّلَامَ وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ».
Artinya:
“Dari Abdullah bin Salaam radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Wahai manusia! Sebarkanlah salam, sambunglah silaturrahim, berilah makanan, dan salatlah ketika orang-orang tidur, kalian pasti masuk surga dengan selamat”. (HR. Ibnu Majah)
Memberi makan adalah bagian dari sedekah, yang dalam hadits ini disebutkan secara khusus. Sedekah juga menjadi bukti bahwa ketika seseorang rela mengeluarkan sebagian hartanya, disitulah letak kualitas keimanan seseorang. Ia dengan sadar memahami bahwa harta yang ia miliki adalah titipan dari Allah ta’ala.





