Tata Cara Mengqadha Puasa Menjelang Ramadhan

Cara mengqadha puasa sering menjadi pertanyaan menjelang datangnya bulan Ramadhan, terutama bagi umat muslim yang masih memiliki hutang puasa di tahun sebelumnya. Banyak dari kita yang menyadari tentang wajibnya mengganti puasa (qadha puasa), tetapi belum sepenuhnya memahami siapa saja yang wajib menggantinya, kapan waktu yang tepat untuk melaksanakannya, serta bagaimana tata caranya yang sesuai ketentuan islam. Akibat dari ketidakfahaman tersebut, tidak sedikit yang menunda hingga tidak terasa waktu semakin sempit.

Menjelang Ramadhan, penting bagi kita untuk memahami bagaimana mengqadha puasa. Serta memahami bahwa menyelesaikan hutang puasa bukan hanya tentang menggugurkan kewajiban, tetapi juga bagian dari persiapan ritual agar ibadah di bulan suci dapat dijalani dengan hati yang siap dan fokus.

Banyak orang yang masih memiliki hutang puasa

Puasa Ramadhan hukumnya wajib bagi setiap muslim baligh, sehat, dan tidak dalam keadaan berhalangan. Namun, tidak jarang seseorang berhalangan menjalankan puasa karena beberapa alasan seperti 

  • Orang sakit (yang diperkirakan akan sembuh dan tidak mampu berpuasa saat itu)
  • Orang yang sedang safar/ Musafir, yang dalam perjalanan jauh sekitar 81 km atau lebih dan merasa kesulitan untuk berpuasa.
  • Wanita haid atau nifas 
  • Wanita hamil atau menyusui, yang khawatir apabila tetap berpuasa akan membahayakan diri atau anaknya.
  • Orang yang sengaja berbuka tanpa alasan syar’i juga memiliki kewajiban mengqadha.

Sayangnya, banyak diantara kita yang menganggap hutang puasa bisa ditunda terus menerus. Padahal agama telah memberikan penegasan tentang kewajiban mengganti puasa. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah:184

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ  فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya:

“Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Baca Juga: Makna Malam Nisfu Syaban

Ramadhan semakin dekat

Ketika Ramadhan semakin dekat, biasanya suasana mulai terasa berbeda. Timeline media sosial yang dipenuhi konten persiapan Ramadhan, target serta resolusi ibadah. Namun, di tengah semangat itu, masih ada satu hal mendasar yang sering dilupakan yaitu mengganti puasa. Padahal para ulama menganjurkan agar hutang puasa diselesaikan sebelum Ramadhan berikutnya tiba.

Lantas, kapan waktu yang tepat untuk mengqadha puasa?

Qadha puasa dapat dilakukan kapan saja setelah Ramadhan berakhir hingga sebelum Ramadhan berikutnya tiba, kecuali pada hari-hari yang dilarang berpuasa.

أنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ: يَوْمِ الْفِطْرِ وَيَوْمِ النَّحْرِ 

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah ﷺ mencegah puasa pada dua hari, yaitu hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR. Muslim)

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

Artinya: “Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141).

Imam Nawawi berkata, “Ini adalah dalil tidak boleh sama sekali berpuasa pada hari tasyriq.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 18). Dan yang disebut dengan hari tasyrik ialah berada pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Tata cara mengqadha puasa 

Mengqadha puasa pada dasarnya hampir sama dengan puasa Ramadhan, hanya niatnya yang berbeda. Berikut tata cara qadha puasa:

  1. Tidak harus berturut-turut. Puasa qadha boleh dilakukan terpisah dan tidak harus berurutan, selama masih dalam waktu yang diperbolehkan.
  2. Menentukan jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Pastikan jumlah hari yang akan di qadha sesuai dengan yang ditinggalkan. Jika ragu, ambillah jumlah yang paling diyakini.
  3. Berniat di malam hari. Qadha puasa termasuk puasa wajib, sehingga niat puasa dilakukan sebelum fajar.
  4. Melaksanakan puasa seperti biasa. Menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Pentingnya menyelesaikan qadha tepat waktu

Menyegerakan qadha puasa adalah bentuk ketaatan dan tanggung jawab sebagai seorang muslim yang juga berdampak pada kualitas ibadah kita. Hati akan terasa lebih ringan, fokus ibadah meningkat, dan Ramadhan bisa dijalani tanpa beban pikiran. Penting bagi kita untuk menyelesaikan mengqadha puasa agar Ramadhan kita lebih bermakna. Terlebih, hal ini adalah bentuk tanggungjawab kita sebagai seorang muslim.

Selain itu, menyelesaikan qadha puasa juga dapat menjadi contoh baik bagi orang  lain. Kita bisa menunjukkan bahwa menjalankan kewajiban agama adalah hal penting dan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. 

Menjelang Ramadhan, mari jadikan qadha puasa sebagai bagian dari persiapan diri. Dengan menyelesaikan kewajiban ini, kita bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih khusyuk dan penuh berkah, tanpa rasa khawatir atau beban pikiran.




Bagikan Post ini
Buka WhatsApp
1
Butuh bantuan?
Nispi
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 👋
Apa ada yang bisa kami bantu?