Mengapa Ramadhan Terasa Cepat Berlalu? Ini Cara Memaksimalkannya

Mengapa waktu Ramadhan terasa cepat berlalu? Faktanya, waktu adalah sesuatu yang tidak pernah kita genggam tapi ia adalah sesuatu yang kita miliki bahkan sampai hari ini. Anehnya, semakin bertambah usia semakin terasa singkat pula waktu yang kita miliki. Salah satu penyebab waktu terasa cepat adalah rutinitas yang padat, ditambah lagi hati dan fikiran kita terisi banyak aktivitas. Terlebih di zaman serba teknologi ini, dimana secara tidak sadar kita sering menghabiskan waktu untuk berseluncur di media sosial.

Dalam perspektif islam, waktu adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Bahkan di beberapa Surah dalam Al-Quran. Allah bersumpah demi masa (waktu), yang hal ini menandakan betapa berharganya waktu. Artinya, hal yang terpenting bukanlah cepat atau lambatnya waktu berjalan, tapi bagaimana dan dengan aktivitas apa kita mengisinya.

Kenapa Ramadhan Terasa Lebih Cepat?

Ada beberapa alasan, diantaranya; 

Karena kita menikmatinya, di mana hati kita sibuk dengan kebaikan, lisan kita sibuk membaca ayat-ayatNya dan mengingatNya sehingga tanpa sadar waktu berjalan dengan cepat. Atau bisa jadi karena kita belum maksimal, tilawah masih jauh dari target, atau bahkan waktu yang kita miliki hanya dihabiskan untuk hal yang sia-sia. Sehingga tiba-tiba kita merasa Ramadhan berlalu begitu saja.

Alasan lainnya, diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ فَتَكُونَ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ، وَيَكُونَ الشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ، وَتَكُونَ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ، وَيَكُونَ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ، وَتَكُونَ السَّاعَةُ كَاحْتِرَاقِ السَّعَفَةِ.

“Tidak akan tiba hari Kiamat hingga zaman berdekatan, setahun bagaikan sebulan, sebulan bagaikan sepekan, sepekan bagaikan sehari, sehari bagaikan sejam dan sejam bagaikan terbakarnya pelepah pohon kurma.” (HR. At-Tirmidzi)

Para ulama menafsirkan hadits ini, dan salah satunya bermakna tentang singkatnya waktu, cepat secara hakiki, dan hal ini terjadi di akhir zaman.

Baca Juga: Perang Badar Dibulan Puasa

Cara Praktis memaksimalkan sisa Ramadhan

1. Reset niat dan fokus

    Mulailah dengan memperbaiki niat, duduk sejenak, tark nafas, dan berkata pada diri sendiri bahwa mulai hari ini harus dijalani dengan lebih sadar. Buatlah komitmen sederhana, tidak perlu yang besar. Misalnya lebih khusyu dalam shalat dan tidak tergesa-gesa, lebih rutin membaca Al-Qur’an, serta menjaga lisan.

    2. Hidupkan malam dengan ibadah

      Jika kita memiliki kesibukan yang padat di siang hari, maka luangkanlah waktu di malam hari untuk mencintai Allah, 15-20 menit untuk membaca Al-Quran, 5 menit untuk shalat sunnah, dan 10-15 menit untuk berdoa dan berdzikir pada Allah. Terlebih ketika sudah memasuki 10 hari terakhir Ramadhan. Ini menandakan bahwa Ramadhan akan segera pergi, maka bersungguh-sungguhlah dalam ibadah.

      3. Kurangi distraksi digital

        Cobalah untuk membuat komitmen sederhana, dengan membatasi penggunaan media sosial misalnya, setengah sampai satu jam tanpa handphone setelah tarawih untuk membaca Qur’an atau berdzikir.

        4. Tinggalkan satu kebiasaan buruk

          Misalnya menjaga lisan dari ghibah, atau memperbaiki hubungan dengan orangtua, contoh lainnya dengan meninggalkan kebiasaan menunda shalat. Jika Ramadhan berakhir dan kita bisa meninggalkan satu kebiasaan buruk maka itu sudah termasuk kemenangan besar buat diri kita. Karena tujuan kita adalah hidup yang lebih baik.



          Bagikan Post ini
          Buka WhatsApp
          1
          Butuh bantuan?
          Nispi
          assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 👋
          Apa ada yang bisa kami bantu?