Sudah Dekat Ramadhan, Tapi Apakah Hati Kita Sudah Siap?

“Ramadhan sudah dekat, apakah hati kita sudah siap?” Pertanyaan ini mulai muncul setiap kali bulan Ramadhan terasa semakin dekat. Tanpa disadari waktu terus berjalan, dan tidak terasa Ramadhan hanya tinggal hitungan hari. Sayangnya, kebanyakan dari kita baru menyadari pentingnya persiapan spiritual ketika Ramadhan benar benar sudah di depan mata.

Tidak mengapa jika belum sempurna, itu wajar. Apabila kita baru ingin memulai, itu juga hal yang baik. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri, selama kita mau melangkah hari ini. Hal yang penting ialah, jangan buru-buru memasang target yang besar dan diluar kapasitas kita. Fokus pada bagaimana caranya tetap konsisten atau istiqamah pada hal-hal kecil yang sudah kita lakukan.

Konsep istiqamah dalam islam

Dalam islam, istiqamah adalah hal yang sangat penting. Istiqamah berarti konsisten berada di jalan yang benar, terus menerus dalam kebaikan, meskipun yang dilakukan bukanlah hal yang besar. Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang amalan apa yang paling dicintai Allah, lalu beliau menjawab:

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dikerjakan secara terus menerus meskipun sedikit.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Hadits ini mengajarkan kita bahwa islam tidak menuntut manusia untuk selalu melakukan amalan yang besar. Dalam konteks persiapan Ramadhan, istiqamah jauh lebih penting daripada target besar yang hanya bertahan di awal. Shalat tepat waktu secara konsisten lebih Allah cintai daripada semangat ibadah yang naik turun.

Kuncinya ialah, istiqamah itu membentuk kebiasaan. Dan kebiasaan inilah yang kelak akan menjadi bekal alami ketika Ramadhan datang.

Baca Juga: Niat Puasa Rajab

Fenomena resolusi awal tahun yang sering gagal

Awal tahun hampir selalu menjadi tahun untuk menyusun resolusi. Banyak orang yang membuat daftar panjang target diri seperti ingin lebih taat, lebih produktif, lebih disiplin, dan lebih baik dalam segala hal. Niat ini sudah sangat bagus, tapi seringkali target yang dibuat terlalu berat. Akhirnya, baru beberapa hari dijalankan sudah terasa sangat lelah. Bahkan pada saat gagal mencapai target, muncul rasa malas dan kecewa hingga berakhir berhenti total.

Dalam hal ini, permasalahannya bukan karena kita yang malas, tapi bisa jadi karena target yang tidak realistis. Akibatnya, kita merasa kewalahan karena perubahan yang besar terjadi dalam diri kita dalam waktu yang singkat.

Maka dari itu, di bulan Januari ini jangan jadikan sebagai bulan yang penuh tekanan dan membebani diri dengan target yang berat. Melainkan jadikan bulan ini sebagai bulan penyesuaian untuk mulai melangkah secara perlahan.

Januari sebagai waktu memulai, bukan menunggu sempurna

“Nanti aja deh berubahnya pas Ramadhan”. Begitu kira kira pemikiran beberapa orang. Yang sebagian besar alasannya karena menunggu waktu yang tepat. Padahal waktu yang sempurna seringkali tidak pernah datang. Akibatnya perbaikan diri terus tertunda, dan begitu kita menunda dan tidak pernah memulai maka kita juga kehilangan kesempatan untuk memperbaiki diri lebih cepat. 

Memulai lebih awal berarti memberi diri sendiri kesempatan untuk belajar, jatuh, bangkit, dan memperbaiki diri sendiri lebih awal sebelum Ramadhan tiba. Maka tidak perlu menunggu sempurna. Mulailah sekarang dari hal-hal kecil yang realistis. Misalnya:

  • Membiasakan diri dengan dzikir pagi dan petang
  • Meluangkan waktu 5-10 menit setiap hari untuk membaca Al-Qur’an
  • Atau sekadar memperbaiki niat sebelum beraktivitas

Islam tidak pernah menuntut kita untuk langsung sempurna. justru Allah sangat mencintai orang-orang yang mau berusaha dan terus menjaga ibadahnya. Meski sederhana, istiqamah dalam kebaikan adalah bukti bahwa kita benar-benar ingin memperbaiki diri.

Jika hari ini kita mulai menjaga shalat tepat waktu dan meluangkan waktu membaca Al-Qur’an meski sebentar, ini sudah menjadi langkah yang sangat berarti. Jangan menunggu Ramadhan untuk berubah, dan jangan pula menunda perubahan hanya karena merasa belum siap.

Bagikan Post ini
Buka WhatsApp
1
Butuh bantuan?
Nispi
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 👋
Apa ada yang bisa kami bantu?