Asyura diambil dari bahasa arab yaitu عَشَرَةٌ (‘asyarah) artinya “yang kesepuluh”. Puasa asyura ditunaikan di hari kesepuluh bulan Muharram, salah satu bulan yang dimuliakan dalam islam. Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bahwa Nabi ﷺ pernah datang ke Madinah dan menyaksikan orang-orang Yahudi menunaikan ibadah Puasa di tanggal 10 Muharram
Kemudian Nabi ﷺ bertanya kepada sahabat termasuk kaum Yahudi “Apa yang dilakukan orang-orang Yahudi dengan berpuasa di hari ini?” Mereka menjawab, “Kami berpuasa di hari ini untuk mensyukuri nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah diberikan kepada Musa ‘alaihissalam dan pengikutnya saat diselamatkan dari kejaran Fir’aun” kemudian Nabi ﷺ menanggapi hal itu, “Sungguh, aku lebih berhak untuk melestarikan dan menyempurnakan syariat Nabi Musa ‘alaihissalam dibandingkan kalian, yang bisa jadi saat ini telah bergeser dari ajaran Nabi Musa ‘alaihissalam”
Kemudian Nabi ﷺ menganjurkan para sahabat untuk berpuasa di setiap tanggal 10 Muharram. Lalu, bagaimanakah bacaan niat Puasa ‘Asyura? Dan apa saja keutamaannya? Berikut penjelasan lengkapnya.
Niat Puasa ‘Asyura
Berikut bacaan niat Puasa ‘Asyura
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ‘Aasyuuraa-a sunnatan lillaahi ta’aala
Artinya:
“Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta’ala.”
Puasa ‘Asyura termasuk puasa sunnah, maka niat dapat dilakukan pada malam hari maupun pada pagi hari sebelum tergelincir matahari dan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa
Baca Juga : Zakat dan Sedekah dibulan Haram
Keutamaan Puasa ‘Asyura
1. Sebaik-baik puasa adalah di Bulan Muharram
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
Artinya:
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163).
2. Menghapus Dosa Setahun yang Lalu
Dari Abu Qotadah Al Anshoriy berkata,
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
Artinya:
“Nabi ﷺ ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).
3. Meneladani Rasulullah ﷺ
Melaksanakan Puasa ‘Asyura berarti mengikuti sunnah Nabi Muhammad ﷺ. Setiap amalan yang dilakukan dengan meneladani Rasulullah ﷺ akan mendatangkan pahala dan kecintaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Rasulullah ﷺ sendiri sangat memperhatikan puasa ini. Bahkan dalam sebuah hadits yang telah disebutkan sebelumnya Rasulullah ﷺ menganjurkan para sahabat untuk berpuasa pada 10 Muharram. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kecintaan dan ketaatan kepada sunnah Rasulullah ﷺ.
Kesimpulannya, Puasa ‘Asyura adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan pada 10 Muharram serta memiliki banyak keutamaan yang telah disebutkan di atas. Karena itu, jangan lewatkan kesempatan ini. Semga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan bulan Muharram sebagai awal yang baik untuk meningkatkan ketakwaan kita pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.





