Saat pertengahan Ramadhan tiba, banyak dari kita yang semangat ibadahnya menurun. Jika di awal-awal Ramadhan kita bersemangat bangun lebih awal untuk menyelesaikan target-target Ramadhan. Namun, ketika memasuki pertengahan Ramadhan. Semangat itu mulai menurun, ada rasa jenuh, lelah, dan bosan. Padahal, di fase inilah kita perlu melakukan muhasabah. Sudah sejauh mana perjalanan Ramadhan kita?
Pertengahan Ramadhan adalah momen penting untuk muhasabah diri. Tentu saja, bukan untuk menyalahkan diri, tetapi untuk menyadarkan diri. Jangan sampai kita lupa untuk memperhatikan kualitas amal yang sudah kita kerjakan.
Di bawah ini, beberapa kesalahan yang sering terjadi di pertengahan Ramadhan, yang mungkin sebagian dari kita menganggapnya hal yang biasa.
1. Menurunnya semangat ibadah
Kesalahan paling umum adalah turunnya intensitas ibadah. Tilawah yang awalnya satu juz per hari menjadi setengah juz, lalu menjadi beberapa halaman. Padahal Rasulullah ﷺ justru meningkatkan ibadahnya, terutama mendekati akhir Ramadhan.
Dalam hadits disebutkan,
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُِ
Artinya:
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ﷺ biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174).
2. Berlebih-lebihan saat berbuka
Sesungguhnya tujuan puasa itu untuk melatih pengendalian diri. Berbuka puasa memang sebuah nikmat, tetapi tentu dalam batasan wajar. Cukupkan diri dengan berbuka, agar tidak terganggu dan khusyu’ saat melaksanakan ibadah malam.
Allah berfirman dalam QS. Al-A’raf ayat 31
۞ يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَࣖ
Artinya:
“Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)
3. Terjebak rutinitas tanpa makna
Salah satu kesalahan yang sering terjadi di pertengahan Ramadhan adalah menjalani ibadah hanya sebagai rutinitas harian. Semua ibadah dilakukan tanpa dihayati. Lisan membaca Al-Qur’an tapi hati tidak benar-benar hadir.
Ramadhan bukan hanya menahan lapar, tapi juga menata hati. Cobalah saat membaca Al-Qur’an pahami makna dari satu atau dua ayat. Saat kita berdoa, hadirkan kesadaran bahwa kita sedang berbicara dengan Allah. Perlu kita sadari bahwa setiap ibadah adalah momen kita berdialog dengan Allah
4. Terjebak rutinitas tanpa makna
Salah satu kesalahan yang sering terjadi di pertengahan Ramadhan adalah menjalani ibadah hanya sebagai rutinitas harian. Semua ibadah dilakukan tanpa dihayati. Lisan membaca Al-Qur’an tapi hati tidak benar-benar hadir.
Ramadhan bukan hanya menahan lapar, tapi juga menata hati. Cobalah saat membaca Al-Qur’an pahami makna dari satu atau dua ayat. Saat kita berdoa, hadirkan kesadaran bahwa kita sedang berbicara dengan Allah. Perlu kita sadari bahwa setiap ibadah adalah momen kita berdialog dengan Allah





