Panggung Seni Santri dan Layanan Kesehatan Munzalan Hadirkan Semangat Hari Santri dan Sumpah Pemuda

KUBU RAYA – Memperingati Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda, Munzalan Mubarakan menggelar kegiatan Panggung Seni Santri x Layanan Kesehatan Santri pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Serumpun Cahaya 2, Jalan Wonodadi 2 ini menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan potensi, menunjukkan kreativitas, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan.

Mengusung semangat peringatan Hari Santri dan Sumpah Pemuda, kegiatan ini menghadirkan rangkaian perlombaan keislaman, meliputi Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, dan Adzan. Selain itu, Rumah Sehat Munzalan turut memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dasar bagi para santri dan masyarakat sekitar.

Kegiatan ini melibatkan tim pelaksana lapangan dari Divisi Program, Multimedia, dan Partnership Munzalan Mubarakan yang dikoordinasikan oleh Ridho. Pelaksanaannya juga didukung oleh Rumah Sehat Munzalan, pengasuh dan pengurus pesantren, dewan juri, pendamping pondok, serta masyarakat sekitar.

Ruang Santri untuk Berani Tampil dan Mengembangkan Potensi

Sejak pembukaan, suasana kegiatan terasa ramai dan penuh antusiasme. Para santri dari berbagai pondok pesantren hadir bersama pendamping masing-masing untuk mengikuti perlombaan dan memberikan dukungan kepada peserta lainnya.

Melalui perlombaan Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, dan Adzan, para santri mendapatkan kesempatan untuk mengasah wawasan keislaman, keberanian tampil di depan umum, kemampuan berkomunikasi, serta kerja sama tim. Setiap perlombaan menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengalaman berharga bagi para peserta.

Momen kompetisi berlangsung dengan penuh semangat. Para peserta berusaha menampilkan kemampuan terbaik setelah melalui proses persiapan dan latihan. Ketegangan semakin terasa ketika perlombaan memasuki tahap akhir dan pengumuman pemenang mulai dibacakan.

Namun, di balik persaingan tersebut, terdapat cerita tentang keberanian, perjuangan, dan keyakinan untuk terus mencoba.

Salah satunya datang dari Amanda Putri Meiza dari Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Khodijah. Ia mengaku sempat merasa takut ketika ditunjuk untuk mengikuti lomba Syarhil Qur’an. Meski demikian, ia tetap menjalani proses persiapan bersama timnya.

Setelah melalui latihan yang cukup panjang, Amanda dan tim berhasil meraih juara kedua. Pengalaman tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri baginya, sekaligus membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba dapat membawa seseorang pada pencapaian yang tidak selalu dibayangkan sebelumnya.

Cerita menarik lainnya datang dari Hafidz Az Zikra dari Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Syifaul Qulub. Pada malam sebelum perlombaan, teks Syarhil Qur’an yang telah dipersiapkannya justru hilang. Ia pun harus mengetik ulang teks tersebut, sehingga waktu latihan yang tersisa menjadi lebih terbatas.

Dalam situasi itu, Hafidz sempat merasa pesimis dan menganggap peluang untuk menang sangat kecil. Namun, ia tetap berusaha mengikuti perlombaan dengan kemampuan yang dimiliki. Di luar perkiraannya, Hafidz berhasil meraih juara pertama Syarhil Qur’an.

Kisah Amanda dan Hafidz menjadi gambaran bahwa panggung kompetisi bukan hanya tentang siapa yang membawa pulang penghargaan. Lebih dari itu, ada proses belajar, keberanian menghadapi rasa takut, ketekunan dalam persiapan, serta pengalaman yang dapat membentuk karakter para santri.

Layanan Kesehatan untuk Santri dan Masyarakat

Tidak hanya menghadirkan ruang kompetisi dan kreativitas, kegiatan ini juga memberikan perhatian terhadap kesehatan. Melalui Rumah Sehat Munzalan, para santri dan masyarakat sekitar mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dasar secara langsung di lokasi kegiatan.

Pemeriksaan yang diberikan meliputi tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Layanan ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan para santri sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan diri.

Kehadiran layanan kesehatan menjadi pelengkap rangkaian kegiatan. Para santri tidak hanya mendapatkan pengalaman berkompetisi dan mengembangkan kemampuan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka.

Hal ini sejalan dengan semangat menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat secara lebih menyeluruh, baik dalam aspek pendidikan, kreativitas, maupun kepedulian terhadap kesehatan.

Dukungan Pesantren dan Harapan untuk Kegiatan Berkelanjutan

Pengasuh Pondok Pesantren Serumpun Cahaya Kampus Dua, Ustaz Mustafa Syarqawi, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini membawa kebahagiaan bagi para santri dan memberikan manfaat bagi pengembangan wawasan mereka.

“Kegiatan hari ini sukses dan amat menggembirakan para santri. Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya karena sangat baik bagi para santri,” ungkap Ustaz Mustafa Syarqawi.

Apresiasi tersebut menjadi penyemangat bagi Munzalan Mubarakan untuk terus menghadirkan ruang-ruang pembelajaran yang dekat dengan kebutuhan santri. Peringatan Hari Santri dan Sumpah Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk mendorong generasi muda agar terus belajar, berani berkarya, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang, penyerahan penghargaan, ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, serta dokumentasi bersama.

Melalui Panggung Seni Santri x Layanan Kesehatan Santri, Munzalan Mubarakan berharap semakin banyak ruang yang dapat mempertemukan semangat belajar, kreativitas, prestasi, dan kepedulian sosial di lingkungan pesantren.

Sebab, santri tidak hanya perlu dibekali ilmu dan kemampuan keislaman, tetapi juga didorong untuk memiliki keberanian, keterampilan, kepedulian terhadap sesama, serta kesiapan mengambil peran di tengah masyarakat. Dari pesantren, semangat itu terus tumbuh untuk menghadirkan generasi yang berilmu, berdaya, dan bermanfaat bagi umat.

Bagikan Post ini
Buka WhatsApp
1
Butuh bantuan?
Nispi
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 👋
Apa ada yang bisa kami bantu?