LAZ Baitulmaal Munzalan Indonesia Serahkan Laporan Kinerja 2025 ke BAZNAS RI, Dorong Kolaborasi Penguatan Zakat Nasional

Jakarta – LAZ Baitulmaal Munzalan Indonesia melakukan silaturahmi sekaligus serah terima laporan kinerja tahun 2025 kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia, Rabu (4/2/2026). Pertemuan yang berlangsung di Kantor BAZNAS RI tersebut menjadi momentum penguatan sinergi antar lembaga zakat dalam memperkuat tata kelola dan ekosistem zakat nasional.

Dalam kesempatan tersebut, pihak BAZNAS RI diwakili oleh Kepala Bagian Koordinasi Kerja Sama dan Harmonisasi LAZ beserta tim, serta tim DPPL. Sementara dari LAZ Baitulmaal Munzalan Indonesia hadir Direktur Utama Sasongkojati, Direktur Operasional Adam Pratama, Kepala Bagian Program Zakwan Ansori, serta Kepala Area Jakarta Irfan Herdiansyah.

Foto: Dokumentasi Pertemuan dengan Baznas RI

LAZ Baitulmaal Munzalan Indonesia merupakan Lembaga Amil Zakat tingkat nasional yang berdomisili di Provinsi Kalimantan Barat dan saat ini memiliki 45 kantor perwakilan yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia. Sepanjang tahun 2025, LAZ Baitulmaal Munzalan mencatat total penghimpunan dana sebesar Rp105 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar 85 persen berasal dari infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL), sementara zakat berkontribusi sekitar 15 persen dari total penghimpunan.

Dalam pemaparannya, jajaran direksi LAZ Baitulmaal Munzalan Indonesia turut menyampaikan sejumlah program unggulan yang telah berjalan. Salah satunya adalah Gerakan Infak Beras (GIB), program distribusi pangan untuk pondok pesantren binaan. Melalui GIB, LAZ Baitulmaal Munzalan Indonesia menyalurkan sekitar 500 hingga 800 ton beras setiap bulan ke berbagai pesantren di Indonesia. Lumbung beras program ini tersebar di beberapa wilayah strategis, antara lain Sragen, Yogyakarta, Sumatera, dan Sulawesi.

Baca Juga: Munzalan Perkuat Sinergi Dengan Baznas Kalbar

Selain GIB, LAZ Baitulmaal Munzalan Indonesia juga mengembangkan program Mustahik Produktif Center (MPC), sebuah skema pemberdayaan mustahik berbasis masjid. Dalam program ini, mustahik dibina melalui tiga tahapan. Tahap pertama adalah pembinaan spiritual selama enam bulan melalui kegiatan mengaji rutin mingguan, disertai bantuan pangan setiap selesai kajian. Tahap kedua menanamkan nilai kepedulian sosial, salah satunya melalui edukasi menabung untuk kurban. Tahap ketiga adalah fase mandiri, di mana mustahik dianalisis potensi ekonominya, kemudian mendapatkan pendampingan serta intervensi usaha agar mampu memiliki sumber penghasilan berkelanjutan.

Direktur Utama LAZ Baitulmaal Munzalan, Sasongkojati, menyampaikan harapannya agar pertemuan ini menjadi awal kolaborasi yang lebih erat antara LAZ dan BAZNAS, baik dalam aspek penghimpunan, penyaluran, maupun sertifikasi amil.

Foto: Penyerahan laporan 2025 kepada Baznas RI

“Ke depan kami berharap dapat terjalin kolaborasi yang lebih kuat dengan BAZNAS, mulai dari penghimpunan, pendistribusian, hingga sertifikasi amil. Sinergi ini penting untuk memperkuat tata kelola lembaga serta mendorong penguatan zakat nasional secara berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui silaturahmi dan penyampaian laporan kinerja ini, LAZ Baitulmaal Munzalan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang profesional, transparan, serta berorientasi pada pemberdayaan umat.

Bagikan Post ini
Buka WhatsApp
1
Butuh bantuan?
Nispi
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 👋
Apa ada yang bisa kami bantu?