Menelan ludah adalah hal paling alami yang kita lakukan. Baik secara sadar ataupun tidak, ini terjadi setiap menit bahkan setiap detik. Namun ketika Ramadhan tiba, menelan ludah menjadi hal yang mendatangkan kegelisahan. Ada yang tiba-tiba tersadar setelah menelan ludah kemudian merasa apakah puasanya batal karena sudah menelan ludah? Ada juga yang kemudian sering membuang ludah karena takut puasanya batal.
Banyak orang ragu saat puasa
Makan dan minum dengan sengaja merupakan salah satu hal yang membatalkan puasa, maka dari itu banyak orang yang berhati-hati dengan segala hal yang berpotensi membatalkan puasa. Khususnya menelan ludah. Ludah termasuk perkara yang mustahil untuk ditinggalkan. Sebab tubuh memproduksinya setiap saat.
Menjelang Ramadhan, mungkin pembahasan ini masih banyak yang ragu terhadapnya. Ada yang mengatakan menelan ludah berkali-kali bisa membatalkan puasa, ada juga yang menahan ludah dan meludah berulang kali. Namun, sebelum semua keraguan itu semakin menyebar. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarah menjelaskan bahwa ulama telah bersepakat menelan ludah adalah perkara yang dimaafkan dalam puasa, karena tidak mungkin seseorang menghindarinya.
Pertanyaan seputar ludah sering muncul
Beberapa pertanyaan yang biasanya muncul seperti: apakah menelan ludah membatalkan puasa? Bagaimana jika ludah yang ditelan terasa banyak? Apakah puasanya batal kalau sengaja menelan ludah karena haus? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa penjelasan fiqh secara utuh belum didapatkan oleh sebagian orang.
Jika hal ini terus terjadi, dikhawatirkan akan membuat orang-orang menjalani puasanya dengan tidak tenang dan penuh dengan kegalauan. Maka dari itu, penting bagi kita untuk memahami perihal ini secara utuh dan jelas agar kita bisa melaksanakan ibadah puasa dengan fokus dan tenang.
Baca Juga : Bacaan Niat Puasa Qadha
Bagaimana fiqh memandang ludah?
Dalam kajian fiqh, para ulama telah menjelaskan bahwa menelan ludah tidak membatalkan puasa baik dilakukan sengaja maupun tidak sengaja. Dengan catatan:
- Ludah tersebut masih berada dalam mulut
- Berasal dari diri sendiri, dan
- Tidak bercampur dengan sesuatu apapun walaupun hanya sebutir gula
Karena menurut Ibnu Qadamah apabila ludah telah bercampur dengan hal lain atau ludah telah keluar dari mulut kemudian dimasukkan kembali, maka hal ini berbeda hukumnnya
Penting memahami agar ibadah tenang
Agar selama Ramadhan kita bisa menjalankan ibadah dengan tenang, maka penting bagi kita untuk memahami fiqh-fiqh yang berkaitan dengan Ramadhan. Sehingga kita mengetahui, mana yang perlu dijaga, yang perlu dihindari, dan hal yang tidak perlu dicemaskan. Sebab, kebanyakan keraguan dalam menjalankan ibadah puasa bukan karena kesalahan yang disengaja, tapi karena ketidaktahuan dan informasi yang tidak utuh. Menelan ludah adalah contoh yang paling sederhana. Karena tidak difahami secara utuh, akibatnya perkara ini membuat sebagian orang tidak tenang selama menjalankan puasanya.
Ketenangan dalam ibadah juga berkaitan dengan kualitas hati. Rasulullah ﷺ bersabda”
“Sesungguhnya agama Islam itu mudah.” (HR. Bukhari no. 39). Hadits ini menjadi pengingat bagi seluruh umat muslim untuk tidak mempersulit diri dengan kekhawatiran yang tidak berdasar. Perbanyaklah mendalami agama islam, dan carilah setiap jawaban dari kebingungan kita. Agar ketika kita menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan nanti dengan perasaan yang tenang.





