Malam terakhir Rabiul Awal dapat menjadi waktu yang tepat untuk kembali melihat perjalanan kita selama sebulan ke belakang. Apakah sepanjang Rabiul Awal ini kita sudah mendengar kisah tentang perjalanan hidup Rasulullah ﷺ, memperbanyak shalawat, atau mendengarkan kajian sirah?
Mengenang Rasulullah ﷺ tidak hanya membuat kita mengetahui lebih banyak tentang sejarah kehidupan beliau. Tapi juga bagaimana kisahnya menjadi teladan untuk diri kita sendiri. Tentang bagaimana cara kita berbicara, memperlakukan orang lain, dan menghadapi masalah.
Sehingga kita perlu merefleksi diri, khususnya di akhir Rabiul Awal ini.
1. Mengenal Rasulullah ﷺ lebih dekat
Allah ta’ala berfirman
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Artinya:
“Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Ayat di atas mengingatkan kita bahwa Rasulullah ﷺ adalah sosok teladan yang perlu kita pelajari. Dengan memperdalam sirah Nabi untuk mempelajari akhlak beliau dan memahami bagaimana ia menjalani kehidupan. Karena, semakin banyak kita mengenal Rasulullah ﷺ, semakin banyak pula pelajaran yang bisa kita terapkan dalam kehidupan.
2. Membuktikan Kecintaan kepada Nabi Lewat Perilaku
Memperbanyak shalawat adalah salah satu bukti kecintaan kepada Rasulullah ﷺ. Namun, tidak cukup sampai di lisan saja. Ketika kita mengetahui bahwa Rasulullah ﷺ adalah pribadi yang jujur, penyayang terhadap satu sama lain, menjaga amanah dan perlaku baik lainnya yang Rasulullah ﷺ contohkan. Maka kita juga harus mendorong diri untuk berusaha meneladaninya.
Sehingga, shalawat dan sirah Nabi yang dipelajari bisa menjadi pengingat untuk memperbaiki diri.
3. Perubahan Apa yang Ada pada Diri Kita?
“Setelah melalui bulan kelahiran Rasulullah ﷺ, apakah ada hal dalam diri saya yang menjadi lebih baik?”
Misalnya, menjadi lebih rajin membaca Al-Qur’an, belajar menjaga lisan, atau mungkin lebih mudah memaafkan kesalahan orang lain. Sekecil apapun perubahan, tetap layak kita syukuri.
4. Menghidupkan Akhlak Nabi di Tengah Kehidupan Modern
Meneladani Rasulullah ﷺ menjadi semakin penting di tengah kehidupan modern yang serba cepat. Terlebih pada kehidupan sosial dan lingkup kerja, dalam kondisi seperti ini akhlak dan adab menjadi sesuatu hal yang tidak boleh dilupakan.
Misalnya, dengan tidak langsung percaya tentang kabar yang belum jelas, menjaga komentar di media sosial, berbicara sopan kepada siapapun, menepati janji, dan lain sebagainya.
Semoga ketika Rabiul Awal berakhir, kita senantiasa berusaha untuk terus mengenal, mencintai, dan meneladani Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari.



