Mengapa Bulan Sya’ban Sangat Istimewa? Ini Keutamaannya.

Bulan sya’ban sangat istimewa, karena ia bukan sekadar penanda bahwa Ramadhan sudah dekat, tetapi fase penting yang sering menentukan bagaimana kualitas Ramadhan kita nanti. Sayangnya, justru di bulan inilah banyak orang lengah. Fokusnya masih pada rutinitas harian dan ibadah yang masih biasa saja. Padahal dalam islam, persiapan memiliki nilai yang tidak kalah penting dibanding pelaksanaan itu sendiri. Dan hal penting yang perlu kita ketahui adalah, sya’ban menyimpan keutamaan besar yang berperan penting dalam menentukan kualitas Ramadhan kita.

Sya’ban, Bulan yang Sering Terlupakan

Apabila diperhatikan, kebanyakan dari kita baru mulai serius beribadah ketika Ramadhan benar-benar tiba. Sebelumnya? Puasa sunnah masih jarang, tilawah al-qur’an yang belum rutin, dan hati yang masih sibuk dengan banyak hal. Mengenai bulan Sya’ban, Rasulullah ﷺ bersabda,

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya:

“Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An Nasa’i no. 2357. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Kalimat ‘manusia mulai lalai’ terasa sangat relevan hingga hari ini. Dimana sya’ban adalah bulan yang penuh kebaikan, namun di bulan ini justru banyak yang lalai untuk melakukan kebaikan.

Padahal Sya’ban Memiliki Posisi Penting Sebelum Ramadhan

Sya’ban bukan sekadar bulan sebelum Ramadhan. Ia adalah masa transisi yang menentukan sebelum kita benar-benar sampai pada Ramadhan. Di kehidupan sehari-hari, setiap masa transisi selalu membutuhkan penyesuaian. Termasuk juga dalam hal ibadah.

Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan,

لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

Artinya:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Syaban. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Syaban seluruhnya.” (HR. Bukhari no. 1970 dan Muslim no. 1156)

Dari hadits di atas menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ tidak menunggu Ramadhan untuk meningkatkan ibadah, tetapu memulainya sejak Sya’ban. Dan dari sini kita belajar dari meneladani Rasulullah ﷺ bahwa kualitas Ramadhan tidak dibangun secara instan. Tubuh perlu dibiasakan agar siap menerima suasana ibadah yang lebih intens saat Ramadhan.

Baca Juga: Tata Cara Mengqadha Puasa

Keutamaan Sya’ban : Bulan diangkatnya Amal

Banyak keutamaan penting di bulan Sya’ban, yang dijelaskan langsung dalam hadits-hadits Rasulullah ﷺ. Berikut keutamaan bulan sya’ban yang perlu kita ketahui.

1. Bulan diangkatnya amal perbuatan. 

    Salah satu keutamaan paling penting dari bulan sya’ban adalah diangkatnya amal-amal manusia kepada Allah. Sebagaimana dalam hadits, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa amal-amal manusia diangkat pada bulan sya’ban, dan beliau menyukai amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa.

    2. Memperbanyak puasa di bulan sya’ban

      Dalam HR. Bukhari no. 1970 dan Muslim no. 1156, Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ sangat banyak berpuasa di bulan Sya’ban, bahkan hampir sebulan penuh kecuali beberapa hari. Ini menunjukkan bahwa sya’ban adalah bulan latihan puasa sebelum Ramadhan.

      3. Bulan persiapan menuju Ramadhan

        Walaupun tidak disebutkan secara langsung dalam ayat ataupun hadits khusus, praktik Rasulullah ﷺ yang memperbanyak ibadah di bulan sya’ban menjadi pengingat bahwa bulan sya’ban adalah bulan membiasakan diri sebelum memasuki Ramadhan. Para ulama menjelaskan bahwa hikmah memperbanyak puasa di bulan sya’ban adalah agar umat islam terrbiasa dan tidak merasa berat ketika memasuki Ramadhan.

        Selain memperbaiki ibadah, sya’ban juga mengajarkan pentingnya membersihkan hati. Karena sya’ban bukan hanya tentang ibadah yang tubuh kita lakukan, tetapi juga kondisi hati kita. Sya’ban adalah waktu yang tepat untuk belajar memaafkan, mengurangi rasa dengki, dan memperbaiki hubungan dengan sesama. Dengan hati yang lebih tenang, ibadah di Ramadhan in syaa allah akan terasa lebih bermakna.

        Pada intinya, di bulan sya’ban ini hendaknya kita  memperbanyak membaca al-quran, bershalawat, dan beramal sholeh lainnya. Sebagai bekal ketika kita sudah terbiasa dan memaksimalnkan ibadah, kita sudah siap untuk diangkatnya amal perbuatan kita.


        Bagikan Post ini
        Buka WhatsApp
        1
        Butuh bantuan?
        Nispi
        assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 👋
        Apa ada yang bisa kami bantu?