Menjelang Malam, Waktu Terbaik untuk Berdoa
Setiap kali matahari tenggelam, seorang muslim diajak untuk berhenti sejenak — menatap langit yang mulai gelap, dan mengingat bahwa satu hari lagi telah berlalu.
Waktu menjelang malam adalah momen refleksi: sudahkah hari ini kita gunakan dengan baik? Sudahkah kita bersyukur, atau justru lalai?
Islam mengajarkan bahwa pergantian siang dan malam bukan sekadar rutinitas alam, tapi tanda kebesaran Allah. Karena itu, Rasulullah ﷺ mengajarkan doa indah yang bisa dibaca saat malam mulai datang.
Doa Menjelang Malam
اللّهُمَّ هٰذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وَإِدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَائِكَ فَاغْفِرْ لِي
Latin:
Allāhumma hādzā iqbālu lailika wa idbāru nahārika wa ashwātu du‘ā’ika faghfir lī.
Artinya:
“Ya Allah, ini adalah waktu datangnya malam-Mu dan berlalunya siang-Mu, serta waktu doa dipanjatkan kepada-Mu. Maka ampunilah aku.”
Makna yang Dalam di Balik Doa Ini
Doa ini menunjukkan pengakuan seorang hamba atas kekuasaan Allah dalam mengatur waktu. Siang dan malam datang silih berganti sesuai kehendak-Nya.
Dengan membaca doa ini, seorang muslim menyadari bahwa waktu bukan hanya berjalan — tapi membawa amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Setiap datangnya malam adalah undangan untuk beristirahat dengan hati yang bersih, memohon ampun atas kesalahan di siang hari, dan mempersiapkan diri menyambut hari esok dengan semangat baru.
Baca Juga: Doa Meminta Derajat Tinggi
Keutamaan Membaca Doa Menjelang Malam
Mendapat ampunan dari Allah.
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa ini agar seorang muslim menutup harinya dengan istighfar dan permohonan ampun.
Menjaga hati tetap tenang.
Dengan mengingat Allah menjelang malam, hati menjadi damai dan tidur pun terasa ringan.
Melatih rasa syukur.
Siang telah berlalu dengan segala rezeki dan ujian, malam datang membawa kesempatan untuk bersyukur.
Amalan Sunnah Saat Menjelang Malam
Selain membaca doa di atas, Rasulullah ﷺ mencontohkan beberapa amalan ringan namun penuh pahala:
Menyiapkan niat baik untuk esok hari.
Islam mengajarkan bahwa niat yang baik sudah bernilai ibadah meski belum dilakukan.
Membaca dzikir sore (dzikir petang).
Seperti membaca Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
Berdoa memohon perlindungan.
Dari gangguan jin, syetan, dan bahaya malam.
Menutup hari dengan istighfar.
“Astaghfirullah” menjadi kunci kebersihan hati dan ketenangan jiwa.
Doa menjelang malam mengingatkan kita bahwa setiap hari yang berlalu tak akan kembali.
Yang bisa kita lakukan hanyalah memperbaiki diri, memohon ampun, dan terus berharap Allah memberi kesempatan untuk berbuat lebih baik di hari berikutnya.
Malam bukan sekadar waktu istirahat, tapi juga jeda spiritual — saat paling tepat untuk mendekat kepada Allah dan menenangkan jiwa.





