Bulukumba, Sulawesi Selatan – Ribuan santri dan santriwati dari berbagai daerah di Indonesia dijadwalkan hadir dalam ajang nasional bertajuk “Indonesia Bahagiakan Santri (IBS)” yang akan digelar di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pengurus Masjid Munzalan Bulukumba dan akan berlangsung selama tiga hari, pada 15–17 Januari 2026.
Event nasional bernuansa kepesantrenan ini akan diisi dengan berbagai perlombaan Islami yang digelar di sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Bulukumba. IBS menjadi ruang silaturahmi nasional santri sekaligus ajang penguatan peran pesantren dalam membangun karakter dan peradaban bangsa.
Malam Puncak Dihadiri 1.500 Santri Terbaik Indonesia
Ketua Panitia IBS, Muslim Bahar, menyampaikan bahwa malam puncak kegiatan akan digelar pada 17 Januari 2026 bertempat di Kampus Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Acara ini diperkirakan akan dihadiri sekitar 1.500 santri dan santriwati terbaik dari seluruh Indonesia.
“Pada malam puncak IBS, kami akan menghadirkan sekitar 1.500 santri terbaik Indonesia. Selain itu, akan ada 500 santri yang mendapatkan hadiah berupa merchandise senilai Rp500.000 per paket,” ujar Muslim Bahar.
Ia juga menjelaskan bahwa panitia berencana menghadirkan sejumlah ulama, tokoh nasional, hingga figur publik dan artis hijrah dari Jakarta untuk turut menyemarakkan acara.
“Insya Allah kami akan menghadirkan beberapa ulama dan tokoh nasional, bahkan artis-artis hijrah. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 15, 16, dan 17 Januari 2026,” tambahnya

Libatkan Puluhan Pondok Pesantren dan 11 Cabang Lomba
IBS 2026 mengusung konsep kepesantrenan yang melibatkan seluruh pondok pesantren di Kabupaten Bulukumba. Sejak awal Januari, sejumlah pesantren telah melaksanakan seleksi tingkat lokal untuk menentukan peserta terbaik yang akan berlaga di tingkat nasional.
“Hari ini, sekitar puluhan pondok pesantren di Bulukumba sedang mengikuti seleksi lokal. Para pemenangnya akan mewakili daerahnya dalam lomba nasional IBS di Bulukumba,” jelas Muslim Bahar.
Terdapat sekitar 11 cabang lomba khas pesantren yang akan dipertandingkan dalam ajang Indonesia Bahagiakan Santri, mulai dari bidang keilmuan, seni Islami, hingga keterampilan santri.
IBS Digelar untuk Ketiga Kalinya
Muslim Bahar menambahkan bahwa Bulukumba menjadi tuan rumah IBS untuk ketiga kalinya, setelah sebelumnya sukses digelar di Sambas, Kalimantan Barat, dan Ternate, Maluku Utara.
Pendaftaran peserta IBS 2026 akan ditutup pada 9 Januari 2026. Hingga saat ini, peserta dari berbagai regional telah mendaftar, di antaranya:
- Sumatera 1 dan Sumatera 2
- Kalimantan 1 dan Kalimantan 2
- Jawa 1 dan Jawa 2
Sementara satu regional yang masih menunggu pendaftaran adalah Ambon.
Ratusan Santri dari Luar Sulawesi Diprediksi Hadir
Panitia memprediksi sekitar 150–200 santri dari luar Sulawesi akan hadir langsung di Bulukumba. Sementara dari wilayah Sulawesi sendiri, seperti Palopo, Bone, dan Mandar, jumlah peserta diperkirakan lebih banyak, mencapai sekitar 150 santri.
Sebagian besar peserta dari Sulawesi telah mendaftar secara daring dan menjalani proses seleksi di daerah masing-masing sebelum bertanding di tingkat nasional.
Optimisme Panitia dan Dukungan Penuh Masyarakat Bulukumba
Muslim Bahar mengungkapkan optimisme panitia terhadap suksesnya pelaksanaan IBS 2026, meski kegiatan ini membutuhkan anggaran yang cukup besar.
“Alhamdulillah kami sangat optimis. Di Bulukumba, Allah menghadirkan banyak saudara-saudara yang mendukung pergerakan dakwah, khususnya dalam membahagiakan santri. Lewat doa-doa para santri, kami yakin Allah akan mendatangkan keberkahan,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa dukungan datang dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Bulukumba, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ulama, pengusaha, hingga masyarakat umum.
“Pemkab Bulukumba dan seluruh elemen masyarakat sangat mendukung kegiatan ini. Kami berharap IBS 2026 dapat berjalan lancar dan sukses serta menjadi keberkahan bagi daerah dan umat,” pungkasnya.





