Apa Itu Dzulhijjah? Bulan Paling Mulia yang Wajib Dimanfaatkan

Setiap tahun, bulan Dzulhijjah datang membawa kesempatan luar biasa yang sering kali berlalu begitu saja tanpa kita sadari. Padahal, ini bukan bulan biasa. Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang paling istimewa dalam kalender Islam, bahkan Allah SWT sendiri bersumpah atas nama hari-harinya dalam Al-Qur’an.

Bagi jutaan umat Muslim di seluruh dunia, Dzulhijjah identik dengan ibadah haji dan perayaan Idul Adha. Tapi sebenarnya, keistimewaan bulan ini jauh melampaui dua peristiwa besar tersebut. Ada 10 hari pertama yang disebut Rasulullah SAW sebagai hari-hari terbaik sepanjang tahun melebihi Ramadan bahkan melebihi jihad di jalan Allah.

Sayangnya, banyak Muslim yang baru “sadar” Dzulhijjah sudah tiba ketika takbiran sudah berkumandang. Padahal peluang emas itu sudah ada sejak hari pertama bulan masuk. Artikel ini hadir untuk membantu kamu memahami apa itu Dzulhijjah, mengapa ia begitu mulia, dan apa saja amalan yang bisa kamu maksimalkan mulai hari ini.

Apa Itu Bulan Dzulhijjah?

Dzulhijjah (ذو الحجة) adalah bulan ke-12 dan terakhir dalam kalender Hijriyah. Nama “Dzulhijjah” secara harfiah berarti “pemilik haji” merujuk pada ibadah haji yang memang dilaksanakan di bulan ini.

Dalam Islam, Dzulhijjah termasuk dalam empat bulan haram (Asyhurul Hurum), yaitu bulan-bulan yang dimuliakan Allah SWT. Keempat bulan itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Rasulullah SAW menegaskan hal ini dalam sabda beliau:

“Sesungguhnya zaman telah berputar seperti keadaannya sejak hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun terdiri atas dua belas bulan, empat di antaranya adalah bulan-bulan haram (suci): tiga berturut-turut yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, serta Rajab yang terletak di antara Jumadil Akhir dan Sya’ban.”

(HR. Ahmad, dari hadis haji wada’ Rasulullah SAW dikutip dalam Tafsir Ibnu Katsir)

Di bulan haram ini, Allah melipatgandakan pahala amal kebaikan dan memperberat dosa kemaksiatan. Maka bulan Dzulhijjah bukan hanya tentang haji dan kurban, ia adalah ladang pahala yang terbuka lebar untuk semua Muslim, di mana pun berada.

Mengapa Dzulhijjah Disebut Bulan Paling Mulia?

1. Allah Bersumpah atas Malam-Malamnya dalam Al-Qur’an

Ini adalah penghormatan luar biasa dari Allah kepada bulan ini. Dalam QS. Al-Fajr: 1-2, Allah SWT berfirman:

وَالْفَجْرِ ۝ وَلَيَالٍ عَشْرٍ

Wal-fajr. Wa layaalin ‘ashr.

Artinya: “Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh. (QS. Al-Fajr: 1-2)”

Para ulama ahli tafsir, di antaranya Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan Imam Ibnu Katsir — bersepakat bahwa “malam yang sepuluh” yang Allah jadikan sumpah adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Ketika Allah bersumpah atas sesuatu dalam Al-Qur’an, itu adalah tanda bahwa sesuatu tersebut memiliki keagungan dan nilai yang sangat besar.

2. Hari-Hari Terbaik untuk Beramal Sepanjang Tahun

“Tidak ada hari di mana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?” Beliau menjawab: “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun (mati syahid).”

(HR. Al-Bukhari, dari Ibnu Abbas RA)

Hadis ini adalah hadis shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari. Bayangkan betapa tingginya nilai 10 hari pertama Dzulhijjah ini, bahkan dibandingkan dengan jihad di jalan Allah, yang merupakan puncak ibadah dalam Islam. Ini adalah tawaran dari Allah yang tidak boleh dilewatkan.

3. Setara Pahala dengan Ramadan

Dari Abu Bakrah RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa ada dua bulan yang pahala amalnya tidak akan berkurang. Keduanya adalah bulan hari raya: Ramadan dan Dzulhijjah.

“Ada dua bulan yang pahala amalnya tidak akan berkurang. Keduanya dua bulan hari raya: bulan Ramadhan dan bulan Dzulhijjah.”

(HR. Bukhari no. 1912 dan Muslim no. 1089)

4. Agama Islam Disempurnakan di Bulan Ini

Ayat yang paling bersejarah dalam Al-Qur’an, ayat penyempurnaan agama Islam — turun di bulan Dzulhijjah, tepatnya pada hari Arafah saat haji wada’. Allah SWT berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي

Al-yawma akmaltu lakum diinakum wa atmamtu ‘alaykum ni’matii

Artinya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian. (QS. Al-Maidah: 3)”

Para ulama sepakat bahwa ayat ini turun pada 9 Dzulhijjah, hari Arafah. Betapa agungnya bulan yang menjadi saksi sempurnanya agama yang kita anut hari ini.

6 Amalan Terbaik di Bulan Dzulhijjah

Tidak semua orang bisa berhaji. Tapi Allah Maha Adil, Ia membuka pintu pahala besar ini untuk semua Muslim, di mana pun berada, melalui amalan-amalan berikut:

1. Perbanyak Puasa (Terutama Puasa Arafah)

Berpuasa di 1-9 Dzulhijjah sangat dianjurkan. Yang paling utama adalah puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya. (HR. Muslim, dari Abu Qatadah RA)

2. Perbanyak Dzikir, Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Allah berfirman: “…supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan…” (QS. Al-Hajj: 28). Para ulama menafsirkan “hari-hari yang ditentukan” sebagai 10 hari pertama Dzulhijjah. Perbanyak bacaan: Allahu Akbar, Alhamdulillah, Laa ilaha illallah.

3. Laksanakan Ibadah Kurban

“Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan kurban.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah). Bagi yang mampu, kurban adalah amalan yang sangat dicintai Allah di hari tersebut.

4. Tidak Memotong Rambut dan Kuku (bagi yang Berkurban)

“Jika masuk bulan Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin menyembelih kurban, maka hendaklah ia tidak memotong sedikitpun dari rambut dan kukunya.” (HR. Muslim). Ini berlaku sejak 1 Dzulhijjah hingga hewan kurban disembelih.

5. Perbanyak Sedekah dan Kebaikan

Hadis Ibnu Abbas RA menyebutkan bahwa semua amal shalih, termasuk sedekah lebih dicintai Allah di hari-hari Dzulhijjah ini. Bahkan amal yang terasa biasa pun nilainya melonjak berlipat-lipat. Ini waktu terbaik untuk bersedekah kepada fakir miskin dan anak yatim.

6. Perbanyak Membaca Al-Qur’an dan Shalat Sunnah

Segala bentuk amal shalih di 10 hari pertama Dzulhijjah lebih utama dari hari-hari biasa. Termasuk membaca Al-Qur’an, qiyamullail, shalat dhuha, dan ibadah sunnah lainnya. Sa’id bin Jubair, sahabat Rasulullah, begitu bersungguh-sungguh di 10 hari ini sampai hampir tidak mampu lagi.

Jangan Lewatkan Kesempatan Sekali Setahun Ini

Dzulhijjah adalah hadiah dari Allah yang datang sekali dalam setahun. Ia adalah musim panen pahala yang sesungguhnya bahkan untuk kita yang tidak bisa berangkat haji. Dengan berpuasa, berdzikir, bersedekah, dan berkurban, kita bisa meraih pahala yang setara dengan orang-orang yang beribadah di tanah suci.

Yang diperlukan hanyalah satu hal: kesadaran bahwa waktu ini terlalu mulia untuk dilewatkan begitu saja. Mulailah dari sekarang, dari amalan yang paling kecil sekalipun karena Allah mencintai amal yang dilakukan dengan istiqomah, berapapun jumlahnya.

Salah satu amalan terbaik di bulan Dzulhijjah adalah berkurban dan bersedekah kepada yang membutuhkan. Munzalan Baitulmaal Munzalan Indonesia siap menjadi jembatan kebaikanmu: memastikan kurban dan sedekahmu tersalurkan secara syar’i, amanah, dan tepat sasaran kepada anak yatim, dhuafa, dan mustahiq di seluruh Indonesia.

Bagikan Post ini
Buka WhatsApp
1
Butuh bantuan?
Nispi
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 👋
Apa ada yang bisa kami bantu?