Fakir miskin dan anak yatim adalah kelompok yang mendapat perhatian dalam ajaran islam. Rasulullah ﷺ memperlakukan mereka dengan penuh kasih sayang serta mengajak umat islam agar tidak bersikap acuh terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, kepedulian kepada fakir miskin dan anak yatim menjadi sesuati yang tetap relevan. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membantu mereka, seperti berbagi makanan, mendukung pendidikannya, serta memperlakukan mereka dengan baik. Lalu, bagaimana Nabi Muhammad ﷺ memperlakukan fakir miskin dan anak yatim?
Memuliakan Anak Yatim dan Membesarkan Hatinya
Dalam salah satu ceramahnya, Buya Yahya menceritakan salah satu kejadian tentang bagaimana Rasulullah ﷺ memperlakukan anak yatim.
Ketika banyak anak-anak sedang bermain, ada seorang anak menangis sendiri di pojokan kemudian Rasulullah ﷺ mendekat, “Kamu kenapa tidak main dengan mereka?” Anak itu menjawab, “Ya Rasulullah, mereka datang dengan mainan dan diantarkan oleh ayahnya. Sedangkan aku tidak punya mainan dan tidak punya ayah”
“Lalu, dimana ayahmu?” Rasulullah ﷺ bertanya. “Ayahku sudah meninggal ketika perang.” Katanya.
Kemudian Rasulullah memeluk anak itu dan berkata, “Wahai anak kecil, apakah kau tidak ridha jika aku menjadi ayahmu?” Kemudian Rasulullah memberinya mainan, dan anak itupun main bersama anak-anak lainnya.
Mencintai Orang Miskin
Rasulullah ﷺ pernah berwasiat pada Abu Dzar Al Ghifari, dan salah satu wasiatnya adalah
بِحُبِّ الْمَسَاكِيْنِ وَأَنْ أَدْنُوَ مِنْهُمْ
Artinya: “Supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka…” (HR. Ahmad)
Hadits di atas cukup menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk mencintai orang miskin dengan mengasihi dan membantu memenuhi kebutuhannya. Dalam hal ini Allah juga berfirman yang artinya
“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin.” (QS. Al-Ma’un ayat 1-3)
Ayat di atas memiliki pesan yang cukup kuat yaitu ibadah kepada Allah seharusnya membuat kita peduli kepada orang lain, jangan sampai kita tidak memiliki rasa peduli ketika melihat orang lain kesulitan.
Hikmah dari Sifat Rasulullah ﷺ
Idak perlu menunggu kaya untuk bisa berbagi kepada orang lain, dan untuk kita yang baru saja ingin meneladani kepedulian Rasulullah ﷺ bisa dimulai dengan lingkungan terdekatnya dulu. Misalnya tidak mengejek teman karena kondisi ekonominya, tidak membeda-bedakan seseorang berdasarkan barang yang dimiliki, atau menyisihkan sebagian uang dan memberikannya kepada lembaga yang amanah untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Hal yang paling penting ialah, membangun empati. Kita harus belajar memahami bahwa setiap orang memiliki cerita dan ujian yang berbeda.


