Ayyamul bidh adalah salah satu puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ yang dilaksanakan pada tiap pertengahan bulan Hijriyah. Dan pada hari terakhir Ayyamul Bidh, walaupun tidak ada amalan khusus yang dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ, terdapat amalan yang bisa kita lakukan untuk memperkuat hubungan diri kita dengan Allah melalui doa dan berbagai amal kebaikan.
1. Memohon Keistiqamahan dalam Beribadah
Salah satu doa yang bisa kita lafalkan di hari terakhir Ayyamul Bidh adalah memohon agar Allah menjaga hati kita tetap istiqamah, berikut doanya;
اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Latin:
Allaahumma yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaa diinik
Artinya:
“Ya Allah, wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
Iman kita mudah naik dan turun, begitupula hati kita yang mudah berubah. Maka dari itu, kita membutuhkan pertolongan Allah agar tetap berada dalam kebaikan di esok harinya.
2. Memperbanyak Dzikir dan Beristighfar
Dzikrullah atau mengingat Allah bisa membuat hati menjadi tenang sekaligus menjaga semangat ibadah agar tidak berhenti setelah puasa selesai. Disertai dengan beristighfar memohon ampunan dari Allah agar dimaafkan segala salah dan khilaf.
3. Berdoa Agar Amal kita Diterima
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Artinya: “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Baqarah: 127)
Doa ini perlu kita lafalkan, agar Allah terima amalan yang telah kita lakukan selama ini. Karena, amal ibadah yang dilakukan seorang hamba belum tentu langsung diterima oleh Allah ta’ala.
4. Memuhasabah Diri
Cobalah bertanya pada diri sendiri;
Apakah puasa kali ini lebih baik dibanding bulan sebelumnya?
Karena, muhasabah membantu kita mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki agar kualitas ibadah terus meningkat.
5. Bertekad Istiqamah di Bulan Berikutnya
Jadikan Ayyamul Bidh sebagai awal untuk membangun kebiasaan baik, seperti membaca al-quran, memperbanyak doa, berdzikir dan beristighfar, serta amal ibadah lainnya. Dan Allah lebih mencintai amalan yang sedikit dan dilakukan secara konsisten.
Rasulullah ﷺ bersabda
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang terus-menerus (rutin) dilakukan meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Wallahu’alam bishawab





