Selamat Datang Safar 1448 H – Meluruskan Mitos dan Memahami Bulan Ini dengan Benar

Bulan safar seringkali diidentikkan dengan kesialan dan musibah oleh sebagian masyarakat, sehingga tidak sedikit orang yang menghindari berbagai aktivitas penting seperti menikah, memulai usaha, melakukan perjalanan jauh, dan sebagainya. Padahal keyakinan semacam ini sudah diluruskan oleh Rasulullah dalam salah satu haditsnya,

عن أَبيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قال: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لاَ عَدْوَى وَلاَ طِيَرَةَ، وَلاَ هَامَةَ وَلاَ صَفَرَ، وَفِرَّ مِنَ المَجْذُومِ كَمَا تَفِرُّ مِنَ الأَسَدِ

Artinya:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu beliau berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Tidak ada penyakit menular (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (menganggap sial sesuatu hingga tidak jadi beramal), tidak ada kesialan karena burung hamah, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar. Dan larilah dari orang yang berpenyakit kusta sebagaimana engkau lari dari singa!’” (HR Bukhari)

Dalam hadits ini, Rasulullah meluruskan bahwa tidak ada waktu yang membawa sial dengan sendirinya. Karena segala kebaikan dan keburukan terjadi atas izin Allah ta’ala.

Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Safar Beserta Hikmahnya

Terdapat dua peristiwa penting dalam bulan safar yaitu peristiwa hijrah Nabi dari Mekah ke Madinah yang dimulai pada akhir bulan safar serta peristiwa kemenangan umat islam pada Perang Khaibar. Berikut penjelasannya

1. Hijrah Nabi dari Mekah ke Madinah

    Peristiwa ini terjadi pada akhir bulan Safar dan tiba di Madinah pada tangga 12 Rabi’ul Awal, dan dilatarbelakangi oleh kondisi dakwah Rasulullah di Mekah pada saat itu yang sudah tidak lagi aman, dikarenakan orang-orang kafir Quraisy ingin membunuh Rasulullah. Hikmah yang bisa diamabil peristiwa ini adalah, hijrah adalah salah satu solusi ketika di suatu tempat terjadi kemungkaran dan kita tidak mampu mengubahnya. 

    2. Kemenangan di Perang Khaibar

      Perang Khaibar terjadi di Bulan Muharram tahun ke-7 Hijriyah yang berlangsung selama sekitar 20 hingga 30 hari. Perang ini dilatarbelakangi oleh pengkhianatan kaum Yahudi terhadap perjajian dengan umat islam, dan berusaha untuk memprovokasi suku Arab untuk memerangi umat islam. Kemudian setelah peperangan panjang, perang ini berakhir dan dimenangkan oleh kaum muslimin pada bulan Safar.

      Kedua peristiwa ini menjadi bukti bahwa Bulan Safar bukanlah bulan Kesialan, dimana hijrahnya Nabi merupakan awalnya peradaban baru islam, kemudian kemenangan kaum muslimin pada Perang Khaibar di Bulan Safar.

      Apa yang Sebaiknya Dilakukan di Bulan Safar?

      Daripada kita disibukkan dengan anggapan bahwa safar adalah bulan yang membawa kesialan, lebih baik kita menjadikan bulan ini sebagai kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. Walaupun tidak ada amalan khusus yang disyariatkan pada bulan Safar, namun ibadah apapun yang dianjurkan dalam islam tetap memiliki keutamaan untuk dikerjakan kapanpun. Misalnya;

      • Memperbanyak shalat sunnah
      • Membaca Al-Qur’an setiap hari
      • Memperbanyak mengingat Allah (Dzikrullah)
      • Memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari
      • Bersedekah kepada yang membutuhkan, setiap hari dan rutin lebih Allah cintai.

      Selamat datang safar 1448 H, semoga di bulan ini menjadi awal dipenuhinya keberkahan serta kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan dan menjadi pribadi yang lebih taat kepada Allah ta’ala.


      Bagikan Post ini
      Buka WhatsApp
      1
      Butuh bantuan?
      Nispi
      assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 👋
      Apa ada yang bisa kami bantu?