Sedekah jariyah merupakan salah satu amalan yang paling istimewa dalam islam karena pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia. Rasulullah bersabda:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)
Salah satu bentuk sedekah jariyah ialah membantu kebutuhan anak yatim baik melalui pendidikan, kebutuhan sehari-hari, maupun penyediaan fasilitas yang bermanfaat dalam jangka panjang. Selain itu, amalan ini juga menjadi investasi akhirat yang tidak pernah merugi.
Keutamaan Bersedekah Kepada Anak Yatim
1. Mendapat pahala yang terus mengalir, terlebih selama manfaat sedekah masih digunakan maka pahala akan terus dicatat sebagai amal kebaikan
2. Dekat dengan Rasulullah di surga, ini terdapat dalam hadits Rasulullah
قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَنَاوَكَافِلُ الْيَتِيْمِ فِى الْجَنَّةِ هَكَذَا وَأَشَارَبِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا
Rasulullah SAW bersabda: “Aku dan orang yang memelihara anak yatim itu akan masuk surga seperti ini,”. Nabi memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggang keduanya. (HR. Bukhari).
3. Jaminan masuk surga, Rasulullah bersabda
“Orang-orang yang memelihara anak yatim di antara umat muslimin, memberikan mereka makan dan minum, pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas)
4. Menjalan perintah Allah untuk berbuat baik kepada anak yatim
Allah berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 220
… وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْيَتٰمٰىۗ قُلْ اِصْلَاحٌ لَّهُمْ خَيْرٌٌ
Artinya: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.” (QS. Al-Baqarah : 220)
5. Menjadi salah satu amal yang berlipat pahalanya
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)
Apa Saja Bentuk Sedekah yang Bisa Kita Berikan?
Ada banyak cara sederhana namun berdampak besar untuk anak yatim, di antaranya:
- Membiayai pendidikan formal maupun non formal
- Menyediakan mushaf Al-Qur’an, kitab, atau buku bacaan yang bisa terus digunakan
- Membangun ruang belajar, asrama, atau perpustakaan
- Menyediakan fasilitas air bersih dan sanitasi
- Memberikan pelatihan keterampilan untuk bekal di masa depannya
- Membantu kebutuhan kesehatan yang berdampak pada tumbuh kembang mereka
Jadikan Sedekah Sebagai Warisan Terbaik
Sedekah jariyah menjadi warisan yang akan menemani seseorang hingga hari kiamat. Ketika banyak orang diluar mengumpulkan aset dunia, kita sebagai muslim juga harus sibuk mengumpulkan amal yang menjadi bekal di akhirat. Salah satunya ialah dengan menyantuni anak yatim. Dengan membantu mereka belajar, tumbuh, dan meraih masa depan yang lebih baik, kita tidak hanya mengubah kehidupan seorang anak, tetapi juga sedang mempersiapkan tabungan pahala yang tidak akan merugi.




