Paskas Rescue 479 di bawah naungan Masjid Kapal Munzalan Indonesia terus menunjukkan komitmen nyata dalam aksi kemanusiaan dengan hadir langsung di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh. Kehadiran para relawan menjadi bagian dari ikhtiar kolektif untuk membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana, sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi.
Sebelumnya, Masjid Kapal Munzalan Indonesia telah mengirimkan relawan kemanusiaan gelombang pertama dan kedua yang tergabung dalam Paskas Rescue 479. Para relawan menjalankan berbagai layanan darurat, mulai dari pendampingan warga, distribusi bantuan logistik, hingga pengadaan sumur bor sebagai solusi penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak.
Memasuki pekan ketiga Januari 2026, Masjid Kapal Munzalan Indonesia kembali memberangkatkan kloter ketiga relawan kemanusiaan. Kloter ini dipimpin langsung oleh Pengasuh Masjid Kapal Munzalan Indonesia, KH. Luqmanulhakim, yang akrab disapa Ayahman, bersama tim kemanusiaan lainnya. Kehadiran Ayahman tidak hanya memperkuat koordinasi lapangan, tetapi juga menjadi penguat spiritual bagi para relawan dan masyarakat setempat.

Selain menjalankan misi kemanusiaan, Ayahman turut melakukan safari dakwah di sejumlah titik di Aceh. Salah satunya berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Selasa (27/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ayahman mengajak jamaah untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta menjadikan musibah sebagai momentum mempererat ukhuwah dan memperkuat ketakwaan.
Koordinator Paskas Rescue 479 menyampaikan bahwa seluruh rangkaian aksi kemanusiaan ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama berbagai pihak, termasuk komunitas lokal dan relawan setempat. Sinergi ini menjadi kunci percepatan penanganan darurat sekaligus memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.

Masjid Kapal Munzalan Indonesia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendoakan para relawan agar senantiasa diberi keselamatan dalam bertugas, serta mendoakan masyarakat Aceh agar segera pulih dan bangkit dari musibah yang terjadi. Gerakan kemanusiaan ini diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi umat, khususnya di wilayah-wilayah yang tengah menghadapi ujian bencana.



