Hari Asyura pada tanggal 10 Muharram merupakan salah satu hari yang memiliki keutamaan besar dalam islam. Dalam sejarah singkatnya terdapat dalam salah satu hadits dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah ﷺ ketika tiba di Madinah, Beliau mendapatkan mereka (orang Yahudi) malaksanakan puasa hari ‘Asyura (10 Muharam) dan mereka berkata; “Ini adalah hari raya, yaitu hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir’aun. Lalu Nabi Musa ‘Alaihissalam mempuasainya sebagai wujud syukur kepada Allah”. Maka Rasululah ﷺ bersabda: “Akulah yang lebih utama (dekat) terhadap Musa dibanding mereka”. Maka Beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan ummatnya untuk berpuasa juga (HR. Bukhari).
Untuk menyelisihi kebiasaan kaum Yahudi, para ulama menganjurkan agar puasa Asyura disertai dengan puasa pada tanggal 9 Muharram (Tasu’a) dan 11 Muharram. Selain puasa, berikut amalan lainnya yang dianjurkan oleh ulama.
Mengutip dari alfithrah.org menyampaikan dalam kitab Nihâyatuz Zain karya Syekh Nawawi al-Bantani disebutkan bahwa ada dua belas amalan utama yang dianjurkan di Hari Asyura. Di antaranya: shalat (terutama shalat tasbih), puasa, sedekah, memperluas nafkah keluarga, mandi sunnah, memakai celak, memotong kuku, menjenguk orang sakit, mengusap kepala anak yatim, membaca surat Al-Ikhlas seribu kali, menyambung silaturahmi, dan berziarah kepada ulama atau orang saleh.
- Shalat Tasbih
Shalat tasbih termasuk ibadah sunnah yang dianjurkan oleh sebagian ulama, terutama pada hari-hari yang memiliki keutamaan.
- Bersedekah
Sedekah merupakan amalan yang dianjurkan setiap waktu, terlebih pada hari-hari mulia. Allah berfirman
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Artinya:
“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)
- Memperluas Nafkah untuk Keluarga
Sebagian ulama menganjurkan untuk memberikan kebahagiaan dan kelapangan kepada keluarga pada hari Asyura.
“Barangsiapa melapangkan nafkah kepada keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan melapangkan rezekinya sepanjang tahun.” (HR. Al-Baihaqi)
- Mandi Sunnah
Sebagian ulama menyebutkan anjuran mandi pada hari Asyura sebagai bentuk menjaga kebersihan dan kesegaran tubuh. Islam sangat menekankan pentingnya kebersihan. Oleh karena itu, mandi sunnah pada hari Asyura dipandang sebagai salah satu cara menyambut hari yang mulia dengan keadaan yang bersih dan baik.
- Memakai Celak dan Memotong Kuku
Tujuan memakai celak ialah sebagai bentuk mengikuti anjuran yang diambil dalam beberapa kitab ulama. Dan amalan ini cukup dilakukan sebagai bentuk kebiasaan yang baik selama tidak disertai keyakinan yang keliru
Kemudian, memotong kuku termasuk sunnah yang dianjurkan dalam islam. Rasulullah ﷺ bersabda
“Fitrah itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur bulu ketiak, memotong kuku, dan memendekkan kumis.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka dari itu, sebagian ulama memasukkannya sebagai amalan yang baik dilakukan pada hari mulia.
Hari Asyura adalah salah satu kesempata berharga untuk memperbanyak amal saleh. Dan hal yang terpenting ialah, setiap amal saleh yang dilakukan dengan niat ikhlas untuk mencari ridha Allah ta’ala. Semoga amal saleh yang kita lakukan menjadikan awal tahun hijriyah sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.
Aamiin Allahumma Aamiin





